Komunitas

Tingkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Melalui Konsorsium

MEMBENTUK komunitas atau perkumpulan tidak melulu karena kesamaan hobby saja.Kesamaan ide, gagasan dan cita-cita juga bisa

Tingkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Melalui Konsorsium
Ist

TRIBUNJAMBI.COM - MEMBENTUK komunitas atau perkumpulan tidak melulu karena kesamaan hobby saja.

Kesamaan ide, gagasan dan cita-cita juga bisa menjadi penggerak mengumpulkan orang untuk mencapai tujuan. Bukan hanya soal kegemaran, akan tetapi juga untuk kesejahteraan masyarakat.

Ini yang mendorong Jaya Nofyandri bersama beberapa kelompok lainnya untuk membentuk konsorsium yang memiliki ide dan gagasan untuk kesejahteraan masyarakat.

Bersama dengan Kelompok Tani Mitra Terpadu bersama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum dan Lingkungan (YLBHL) Jambi bersama dengan Yayasan Gita Pertiwi dan PT Duta Pudak Lestari melakukan pendampingan bagi masyarakat di tiga desa di Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi.

Tiga desa ini menurutnya mendapatkan dana Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat (PSDABM) dari MCAI-KEHATI. Kegiatan tersebut juga termasuk ke dalam program Millenium Challenge Account - Indonesia (MCA-Indonesia).

"Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat (laki-laki dan perempuan) dari optimalisasi pemanfaatan lahan non produktif berbasis pertanian berkelanjutan dan energi terbarukan secara terintegrasi di tingkat desa,’’ ujar Jaya Nofyandri.

Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain, Optimalisasi lahan sawah, Rehabilitasi DAS Batanghari, Pengembangbiakkan ternak sapi dan biogas, Pemberdayaan kelompok perempuan dan pemuda dan Pengembangan usaha tani cacing dan belut.

Mengabdi untuk masyarakat bukan tidak ada hambatan, beberapa diantara kendala yang dihadapi yakni kesiapan masyarakat itu sendiri.

"Ketiadaan lembaga yang profesional di desa yang mampu mengelola aset masyarakat yang ada di desa dengan baik untuk kepentingan kesejahteraan warga. Serta banyaknya pemuda yang lebih menyukai untuk berurbanisasi dibandingkan memanfaatkan lahan di pedesaan yang dipunyai. Padahal memiliki potensi ekonomi tinggi, dan terbatasnya peran serta partisipasi perempuan dalam usaha tani dan pengambilan keputusan pada pembangunan desa,’’ katanya.

Sapi jadi Pendapatan Rutin
DI bidang peternakan masyarakat diajarkan untuk meningkatkan pendapatan.
Masyarakat yang memelihara sapi, jika sebelumnya ternak tersebut dijadikan sebagai tabungan yang dapat dijual sewaktu waktu saja.

Diharapkan bisa menjadi pendapatan masyarakat dari sapi sebagai tabungan menjadi pendapatan rutin melalui mengembangkan kandang komunal dengan isi sekitar 25-30 ekor sapi.

Kelompok ternak ini juga membangun kebun pakan dengan mengoptimalisasi lahan kosong yang ada di desa Sungai Duren.
Dengan demikian manajemen pemberian pakan dan pembersihan juga akan dilaksanakan bersama sama.

Penulis: rida
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved