Breaking News:

Terdakwa Kasus Emas Ilegal Divonis Bebas, Barang Bukti 1,2 Kg Emas Dikembalikan

Masih ingat dengan kasus pembelian emas illegal yang berhasil diamankan Tim gabungan Kodim Sarko

Penulis: Herupitra | Editor: Fifi Suryani
ANTARA FOTO/WIDODO S JUSUF
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Masih ingat dengan kasus pembelian emas illegal yang berhasil diamankan Tim gabungan Kodim Sarko dan Polres Sarolangun pada Agustus 2016 lalu. Terdakwa Yudha dan sopirnya divonis bebas oleh hakim Pengadilan Negeri Sarolangun, Kamis (16/2).

Vonis bebas tersebut dibacakan oleh hakim ketua Agung bersama dua orang hakim lainnya pada persidangan putusan yang digelar pada, Kamis (16/2) sekitar pukul 15.00 Wib. Kini tauke emas ilegal yang diamankan bersama barang bukti 1,2 kilogram emas ini bisa menghirup udara segar.

Hal ini diakui oleh Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Sarolangun, Ardi ditemui di kantornya usai persidangan kemarin.

“Betul terdakwa Yudha dan rekannya divonis bebas tadi (kemarin,red), karena dianggap tidak tebukti bersalah, dan barang bukti dikembalikan,” kata Ardi.

Diungkapkannya, putusan vonis bebas terhadap terdakwa yang dituntut 3 tahun penjara dengan denda Rp 2 miliar pasal 116 UU minerba. Karena hakim menyimpulkan perbuatan terdakwa bukan perbuatan yang dipermasalahkan.

“Terhadap putusan ini kita (JPU) masih pikir-pikir dan saya laporkan ke atasan. Akan ada upaya hukum, karena saya secara pribadi tidak puas,” sebutnya.

Sebab lanjutnya, berdasarkan keterangan saksi penangkapan dan juga saksi ahli. Bahwa serbuk emas yang dibawa tersebut mengandung unsur mineral lainnya.

Selain itu berdasarkan fakta di persidangan, terdakwa juga mengaku membeli emas tersebut. Dan saat ditangkap terdakwa juga tidak membawa selembar surat pun terkait emas yang dibawa.

“Apa lagi semua fakta penyidikan seluruhnya menjadi fakta persidangan,” tuturnya.

Terkait hal ini hakim PN Sarolangun yang menyidangkan kasus ini belum bisa dimintai komentarnya.

Untuk diketahui terdakwa Yudha dan sopirnya ditangkap oleh Tim gabungan Kodim Sarko dan Polres Sarolangun pada pertengah Agusus 2016 lalu. Penangkapan terhadap terhadap terdakwa warga asal Sungai Manau ini bermula dari informasi masyarakat. Bahwa ada pembelian emas dalam partai besar di wilayah Kecamatan Limun.

Dari informasi tersebut tim gabungan dari TNI yang dipimpin Danramil Sutego dan Polres Sarolangun dipimpin Wakapolres, langsung bergerak.

Sekitar pukul 4.30 Wib di desa Pulai Pandan tim menangkap terdakwa saat itu mengedarai mobil Honda Jazz. Setelah diperiksa aparat menemukan barang bukti emas seberat 1 kg dan uang tunai Rp 200 juta serta satu unit timbangan digital.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved