Parenting
Tips Menyusui yang Mudah dan Menyenangan
KHAWATIR payudara terasa nyeri, puting lecet hingga berdarah menjadi satu diantara alasan perempuan enggan
Penulis: rida | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - KHAWATIR payudara terasa nyeri, puting lecet hingga berdarah menjadi satu diantara alasan perempuan enggan untuk menyusui secara langsung.
Hal ini bahkan dianggap biasa sebagai fase yang harus dilewati setiap ibu menyusui.
Konselor Menyusui dan MPASI dr Anatasyalia membantah hal tersebut. Ditegaskannya menyusui itu tidak menimbulkan rasa sakit dan pada dasarnya mudah.
"Cuma memang ada ilmu yang harus diketahui supaya tidak sakit yaitu posisi dan perlekatan yang benar," katanya, Selasa lalu saat ditemui di Klinik Inti Sehat Medika.
Jika posisi dan perlekatan bayi saat menyusui benar, maka keluhan puting nyeri, sakit, berdarah, bengkak hingga bernanah tidak akan terjadi. Bagaimana yang dimaksud posisi menyusui yang benar? Posisi cara ibu memegang bayi atau memeluk bayi saat menyusui.
"Pertama telinga bahu bayi mesti satu garis lurus. Jadi kalau mau disusui, bayi mesti miring full. Ibu-ibu jangan takut keseleo, patah, jangan takut. Bayi itu elastis yg penting disanggah dengan baik," kata perempuan yang kerap disapa dr Acha ini.
Posisi menyusui yang benar juga ditunjukan dengan posisi perut bayi yang bertemu perut ibunya. Muka bayi menghadap payudara dan hidung bertemu puting ibu.
"Badannya disanggah. Sebenarnya banyak posisi bayi menyusui . Untuk anak kembar berbeda lagi. Tapi yang pasti posisinya mesti berhadapan dengan payudara ibu. Bahkan jika menyusuinya sambil tiduranpun, badan bayi harus tetap dimiringkan," katanya.
Lalu mengenai perlekatan. Yaitu cara bayi menyusui pada ibu. Mulut bayi terbuka lebar dan sebagian besar areola atau lapangan hitam payudara masuk sehingga bagian bawah areola hampir tidak kelihatan. Kemudian dagu bayi menempel.
"Kalau posisi dan perlekatan pas maka keluhan nyeri diputing tidak ada lagi karena menyusui itu bukan diputing tapi di areola. Jutru menyusui bisa terganggu jika hanya dilakukan pada puting. Karena saluran ASI bisa tersumbat sebaliknya menyusui di areola akan membuat ASI lebih lancar," tandasnya.
Kontraksi pada rahim
MERASAKAN nyeri saat menyusui bisa-bisa saja terjadi. Tapi nyeri tersebut tidak terjadi di puting atau payudara melainkan di rahim.
Dokter Acha mengatakan nyeri di rahim terjadi karena ketika menyusui optimal maka kontraksi rahim meningkat.
"Jadi sakitnya menyusui bukan di payudara melainkan dikontraksi rahim. Ini justru untuk membantu mengeluarkan darah nifas," katanya.
Setiap ibu-ibu yang menyusui harus mengetahui ilmu tentang posisi dan perlekatan saat menyusui ini. Tenaga kesehatan baik di bidan, puskesmas maupun rumah sakit dituntut untuk memberi tahu dan mengajarkan hal ini pada ibu yang akan menyusui bayinya.
"Jika posisi dan perlekatan bagus maka keberhasilan menyusui akan lebih tinggi," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ibu-menyusui-bayi.jpg)