Warga Desa Gedang Minta Normalisasi Sungai Bungkal

Warga yang berada disepanjang Sungai Bungkal yakni desa Gedang, Kecamatan Sungai Penuh meminta

Warga Desa Gedang Minta Normalisasi Sungai Bungkal
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAI PENUH - Warga yang berada di sepanjang Sungai Bungkal yakni desa Gedang, Kecamatan Sungai Penuh meminta agar dilakukan normalisasi sungai. Terutama alur Sungai Bungkal mulai dari belakang Damkar Sungaipenuh sampai ke jalan lingkar yang tembus ke jembatan layang sudah mendangkal.

Ibrahim, seorang warga Desa Gedang mengatakan saat hujan sebentar saja, air sungai di sekitar tersebut naik, sehingga rumah warga yang berada di sekitar Sungai Bungkal mudah mengalami kebanjiran.

"Karena sungai yang sudah dangkal, mudah terkena banjir, kami minta Sungai Bungkal ini dilakukan normalisasi supaya warga tidak lagi cemas saat musim hujan," katanya Jumat (10/2).

Ia mengungkapkan, sebelum banjir kedalaman Sungai Bungkal sampai tiga meter mulai dari belakang Kantor Damkar sampai ke RT 10 Desa Gedang. Sedangkan saat ini hanya berkisar satu meter saja.

"Sekarang sudah dangkal tinggal setengah meter, sungai sudah dipenuhi pasir dan batu," terangnya

Warga setempat berhatap bantuan pemerintah Kota Sungai Penuh agar hal ini cepat ditanggapi. Sebab wilayah tersebut merupakan dataran padat penduduk.

Menanggapi hal ini Plt Kadis Pekerjaan Umum (PU) kota Sungai Penuh, Martin mengatakan Sungai Bungal ini memang sudah menjadi persoalan dan terlalu mudah dangkal. Ini dikarenakan di bagian hulu sudah tidak ada lagi resapan air. Sehingga saat musim hujan material lansung turun dibawa air sungai.

Sedangkan untuk normalisasi kembali kemungkinan tidak ada karena Sungai Bungkal itu baru dianggarkan tahun 2016. Namun tetap diusahakan dalam anggatan tanggap darurat atau APPBD murni pada tahun mendatang.

"Tapi yang ada hanya untuk pemeliharaan Sungai Bungkal," katanya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved