Merasa Kurang Diperhatikan, Desa Muara Danau Ancam Keluar dari Sarolangun

Merasa kurang diperhatikan oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun. Kades Desa Muara Danau,

Merasa Kurang Diperhatikan, Desa Muara Danau Ancam Keluar dari Sarolangun
TRIBUNJAMBI/HERU PITRA
Penjabat Bupati Sarolangun, Arief Munandar tengah melakukan panen padi milik Kelompok Tani Pemancar di Kelurahan Sukasari, Kecamatan Sarolangun, Selasa (7/2). TRIBUNJAMBI/HERU PITRA 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Merasa kurang diperhatikan oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun. Kades Desa Muara Danau, Kecamatan Pelawan minta Pj Bupati mencoret desa mereka dari peta Kabupaten Sarolangun.

Hal itu disampaikan, Kades Desa Muara Danai Ibahim Aw kepada Pj Bupati Arief Munandar mengecek persiapan pilkada di Kecamatan Pelawan, Kamis (9/2). Ibrahim mengaku kesal, sebab tidak satupun ada pembangunan dari pemkab di desa yang dipimpinnya itu.

“Saya sudah dua priode jadi kepala desa,tapi belum pernah ada pembangunan dari pemerintah di desa kami,” keluh kades dihadapam Pj Bupati dan para kades, PPS dan KPPS se Kecamatan Pelawan.

Bukan saja kepada Pemkab Sarolangun, dia juga mengaku kecewa dengan anggota DPRD Sarolangun. Sebab saat reses tidak satupun anggota DPRD Sarolangun yang datang ke desanya.

“Sama halnya pada saat reses tak ada satupun anggota DPRD yang datang ke desa kami. Apa memang karena tidak ada anggota DPRD yang berasal dari desa kami, kalau tidak diperhatikan lebih baik coret saja desa Muara Danau dari peta Sarolangun ini,” kesalnya.

Dia berharap ada pembangunan dari pemerintah di desanya, seperti pembangunan turap. Dengan begitu sebutnya, warga desanya akan merasa senang.

“Ada proyek nilai Rp 10 juta jadilah, apa dibuatkan turap jadilah. Biar masyarakat kami tidak kecewa,” bebernya.

Mendengar ucapan tersebut, Pj Bupati Arief Munandar langsung meminta Kades untuk mengajak dirinya melihat kondisi desa yang disampaikannya.

“Ajak saya ke desa Muara Danau, apa betul tidak ada pembangunan. Sebab dengan Dana Desa dan progam P2DK dari Pemkab Sarolangun, merupakan bentuk perhatian perintah dalam membangun desa,” tegas Pj Bupati.

Pj Bupati mengatakan, diluar ADD dan DD untuk pembangunan desa Pemkab Sarolangun juga ada Program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan (P2DK). Yakni pemberian dana sebesar Rp 200 juta perdesa/kelurahan.

“Program ini tetap saya pertahankan, agar pembangunan menjadi merata. Makanya saya akan turun ke desa Muara Danau biar jelas,” tandasnya.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved