Ini Surat Utang Negara yang Paling Laris
Harga Surat Utang Negara (SUN) pada penutupan perdagangan Selasa (7/2) tercatat masih mengalami kenaikan.
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Harga Surat Utang Negara (SUN) pada penutupan perdagangan Selasa (7/2) tercatat masih mengalami kenaikan. Berdasarkan situs Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA), indeks INDOBeX Government Clean Price naik sebesar 0,08% ke level 111,71 dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya.
Analis Fixed Income MNC Securities I Made Adi Saputra menilai volume perdagangan Surat Utang Negara yang dilaporkan pada perdagangan kemarin senilai Rp 9,004 triliun dari 39 seri Surat Utang Negara yang diperdagangkan dengan volume perdagangan seri acuan yang dilaporkan senilai Rp 3,002 triliun.
Obligasi Negara seri FR0061 menjadi Surat Utang Negara dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp 1,73 triliun dari 40 kali transaksi di harga rata-rata 99,05%. Baru kemudian diikuti oleh perdagangan Obligasi Negara seri FR0069 senilai Rp 1,70 triliun dari 18 kali transaksi di harga rata-rata 101,71%.
Sementara itu dari perdagangan obligasi korporasi, volume perdagangan yang dilaporkan senilai Rp 1,168 triliun dari 39 seri obligasi korporasi yang diperdagangkan.
Obligasi Subordinasi Berkelanjutan I Bank Permata Tahap II Tahun 2012 (BNLI01SBCN2) menjadi obligasi korporasi dengan volume perdagangan terbesar, senilai Rp 195 miliar dari 18 kali transaksi di harga rata-rata 101,09% dan diikuti oleh Obligasi Surya Semesta Internusa I Tahun 2012 Dengan Tingkat Bunga Tetap Seri B (SSIA01B) senilai Rp 153 miliar dari 9 kali transaksi di harga rata-rata 100,38%.(Umi Kulsum)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/16122015_surat-utang-negara_sun_20151216_231800.jpg)