Mantan Presiden Terima Suap, "Ini Pengkhianatan Bagi Rakyat Peru"

Menurut Kuczynski di Lima, Minggu atau Senin WIB (6/2/2017), Toledo harus segera dikembalikan ke Peru untuk diadili.

Mantan Presiden Terima Suap,
ERNESTO BENAVIDES / AFP
Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynskyi 

TRIBUNJAMBI.COM, LIMA - Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski mengatakan, mantan Presiden Alejandro Toledo yang dituduh menerima uang suap dari firma konstruksi Odebrecht S.A., telah mengkhianati negara dan rakyat.

Menurut Kuczynski di Lima, Minggu atau Senin WIB (6/2/2017), Toledo harus segera dikembalikan ke Peru untuk diadili.

Jaksa mempersiapkan surat perintah penangkapan Toledo menyusul bukti suap 20 juta dollar AS dari firma asal Brasil tersebut.

Pihak Odebrecht mengaku mendistribusikan dana sebesar itu demi memenangkan kontrak selama pemerintahan Toledo, 2001-2006.

Berdasarkan informasi dari sebuah sumber di Kantor Kejaksaan Peru, aparat mendeteksi dana 11 juta dollar AS. ditransfer ke rekan Toledo.

Temuan-temuan ini yang kemudian mendorong aparat melakukan penggeledahan di rumah Toledo di Lima pada Minggu WIB.

Mantan Presiden yang telah membantah tuduhan suap itu, pada Minggu kemarin berada di Perancis. Namun keberadaan pastinya saat ini tak diketahui.

"Sangat terpukul dengan berita tentang mantan Presiden Toledo," kata Kuczynski dalam pernyataan yang disebarkan kantor presiden setempat, seperti dikutip Reuters.

"Ini pengkhianatan bagi rakyat Peru, ini pun mengkhianati kerja keras dari para koleganya," sambung Presiden.

"Ini sangat menyedihkan. Dia harus meluruskan dirinya keluar dan kembali ke Peru dan menjawab semua pertanyaan yang ada."

Sebelum menjabat sebagai Presiden. Kuczynski adalah Menteri Keuangan dan Perdana Menteri di Peru.

Sebelumnya, dia pun telah membuat deklarasi bahwa dia tak terlibat dalam negosiasi antara pihak Odebrecht dan Toledo tersebut.

Kendati demikian, Presiden Kuczynski saat ini menjadi subjek penyelidikan awal terkait tanda tangan yang dia berikan di tahun 2006 untuk kontrak karya kepada Odebrecht dan perusahaan Brasil lainnya.

Namun Kuczynski membantah berbuat salah.

Selain Peru, Odebrecht pun telah mengaku membagikan ratusan juta dollar AS untuk uang suap demi memenangkan kontrak kerja di seluruh Amerika Latin. Pengakuan itu memicu pertanyaan dari Argentina ke Panama.

Editor: nani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved