Anak-anak Ini Mengalami Trauma Hebat dan Ketakutan

TRIBUNJAMBI.COM-Pada umumnya sebutnya, anak-anak yang menjadi korban pelecehan mengalami trauma.

Laporan wartawan Tribun Herupitra
TRIBUNJAMBI.COM-Pada umumnya sebutnya, anak-anak yang menjadi korban pelecehan mengalami trauma. Perilaku sang anak berubah tak seceria sebelumnya."Jadi kita mendampinggi untuk perbaikan mental mereka. Mereka yang menjadi korban sudah tak mau ngomong lagi dan ketakutan," jelasnya.

Merujuk catatan Tribun, sepanjang 2016 kasus pelanggaran perlindungan anak dan keterlibatan anak terhadap masalah hukum di Kabupaten Sarolangun meningkat hingga 120 persen. Jika pada 2015 terdapat empat kasus, namun 2016 menjadi sembilan kasus.

Hal itu disampaikan Kajari Sarolangun, Nur Deny melalui Kasi Pidum. Dia menyebutkan, terjadi peningkatan kasus pelanggaran perlindungan anak yang mereka tangani hingga sampai ke meja hijau selama 2016. Ini artinya sangat mengkhawatirkan bagi anak anak," ucapnya.

Pada umumnya, dari kasus yang mereka tangani, terutama yang melibatkan anak-anak. Terutama terhadap kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak, diakibatkan faktor lingkungan."Rata rata dari pengakuan para terdakwa sering nonton film blue, dan tidak kuat menahan nafsu," tuturnya.

Para pelaku dan korban pada umumnya ucapnya, merupakan orang dekat. Bahkan pelaku dan korban saling mengenal satu sama lain. "Jarang pelaku orang yang baru dikenal. Artinya pelaku sudah mengetahui siapa korbanya," bebernya.

Dijelaskannya, pihaknya dalam menangani kasus perlindungan anak, tuntutanya sudah sangat tinggi. Tujuanya adalah agar para pelaku dapat jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

"Kami tuntut sangat tinggi,dan ini juga sudah sesuai dengan UU Perlindungan Anak. Bahkan vonis tertinggi pada tahun 2015 ada yang divonis selama 12 tahun enam bulan," tandasnya.(pit)

Penulis: heru
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved