Gus Falah Sebut NU Bukan Ormas yang Mudah Diprovokasi

NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia lahir sebelum kemerdekaan. Yang artinya, sudah melewati dan kenyang asam garam dalam bernegara.

Editor: Nani Rachmaini
ISTIMEWA
Bendahara Umum PBNU Falah Amru atau Gus Falah bersama dengan Tuan Guru Turmidzi, Mustayar PBNU. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA- Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (NU), Falah Amru atau Gus Falah mengungkapkan, NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia lahir sebelum kemerdekaan. Yang artinya, sudah melewati dan kenyang asam garam dalam bernegara.

"NU senantiasa menjaga keharmonisan dan kerukunan untuk kemajuan bangsa indonesia. Ibarat orang, usia NU itu sudah 91 tahun bukan ormas kemarin sore yang mudah diprovokasi, Gus Falah menegaskan, Sabtu (4/2/2017).

Gus Falah kemudian mengomentari terkait permintaan maaf calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kepada KH Maruf Amin. " Soal Ahok, kan sudah meminta maaf dan sudah di maafkan al mukarom KH maruf amin. Warga NU tentunya tawadu pada Kiai sehingga tidak gampang dibenturkan," Gus Falah menegaskan.

"Dibenturkan untuk kepentingan politik, oleh pihak- pihak yang ingin memanfaatkan situasi," tegasnya lagi.

Gus Falah melanjutkan, dan sudah berkali-kali Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj sudah menyampaikan supaya pemerintah membubarkan HTI, ormas yang tidak berpaham Pancasila.

"Jadi, itu yang lebih penting dan yang harus lebih diutamakan oleh pemerintah," Gus Falah mengharapkan.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved