EDITORIAL
Menanti Wajah Baru Danau Sipin
JIKA kita memasukkan kata kunci (keyword) "danau sipin" pada mesin pencari google, akan muncul lebih dari 27 ribu hasil.
JIKA kita memasukkan kata kunci (keyword) "danau sipin" pada mesin pencari google, akan muncul lebih dari 27 ribu hasil. Namun pencarian per halaman (page) akan terhenti pada page ke- 17. Artinya hanya sekitar 169 file hasil pencarian yang sangat relevan dengan kata kunci "danau sipin".
Dari hasil tersebut, beragam informasi mengenai Danau Sipin yang muncul. Mulai dari informasi betapa eksotisnya Danau Sipin sebagai tempat wisata, sektor perekonomian menggunakan lokasi Danau Sipin, masalah kriminal, dan lainnya.
Bagi warga Jambi, Danau Sipin sudah menjadi bagian keseharian. Danau ini sangat berdekatan dengan lokasi pemerintahan provinsi, pendidikan, dan pemukiman warga.
Perhatian cukup besar terjadi saat operasi pembersihan gulma, seperti eceng gondok, yang ada di permukaan danau serta pemasangan turab di pinggiran danau, beberapa waktu lalu.
Upaya merehabilitasi danau ini dilakukan mengingat besarnya potensi danau bagi masyarakat Jambi. Potensi ini akan semakin besar jika rencana Pemerintah Kota Jambi terwujud.
Sejak pertengahan tahun lalu, pihak Pemerintah Kota sudah menggaungkan upaya menghadirkan wajah baru Danau Sipin. Danau ini tidak hanya sebatas lokasi peternakan ikan dan wisata air "ala kadarnya". Lokasi ini diharapkan akan menjadi satu lokasi wisata yang cukup komprehensif.
Danau Sipin nantinya akan memiliki area jogging track, taman, miniatur jembatan, restoran apung, tebing buatan dan air terjun buatan. Sementara keramba ikan, yang menjadi mata pencaharian masyarakat setempat, akan dipertahankan melalui penataan lokasi lebih lanjut.
Untuk semua itu, pemerintah memperkirakan butuh dana Rp 32 miliar. Selain dari APBD, pemerintah kota berharap mendapat bantuan dari APBN. Informasi hingga kemarin, anggaran sudah dialokasikan pada APBD dan menunggu proses tender. Jika tidak ada aral, proyek ini dimulai Maret mendatang.
Kita menyambut baik rencana ini. Sebagai kota yang satu harapan besar bertumpu pada sektor jasa, rencana pengembangan Danau Sipin ini menjadi satu peluang besar bagi meningkatkan perekonomian masyarakat.
Danau ini nantinya akan menjadi lokasi wisata baru bagi warga Jambi dan sekitarnya. Tempat wisata yang sekaligus menjadi ruang terbuka hijau ini memungkinkan menjadi ruang berkumpul masyarakat, yang menjadi ciri khas masyarakat timur.
Sebagai bagian dari pengembangan daerah, tampilan baru danau ini akan memberi peluang sangat besar bagi perekonomian masyarakat sekitar.
Kita berharap pembangunan ini dibarengi dengan sejumlah rencana untuk menghindarkan dari ekses-ekses negatif yang mungkin bermunculan dari tempat berkumpulnya orang banyak dengan segala kepentingannya.
Contoh paling dekat dari Jambi adalah Taman Kambang Iwak yang ada di Kota Palembang. Pada akhir pekan, lokasi yang tak jauh dari Kantor Walikota Palembang ini menjadi tempat titik kumpul masyarakat untuk berolah raga, sebatas jalan-jalan, dan tentunya mencari nafkah. Meski ramai cenderung padat, situasi aman terkendali. Begitu jelang siang hari, kondisi setempat kembali normal.(*)