EDITORIAL
Unja yang Membanggakan
Bertambahnya kuota ini disebut oleh Rektor Unja Johni Najwan seiring dengan upaya Unja untuk menambah sarana dan prasarana, demi memperbesar...
MENJADI sebuah universitas yang semakin besar, baik dari segi jumlah mahasiswa, maupun dari prestasi tentu nantinya akan membuat Universitas Jambi menjadi kebanggaan tersendiri bagi Provinsi Jambi.
Karena itu, bertambahnya kuota yang disediakan oleh Universitas Jambi (Unja) untuk penerimaan mahasiswa baru pada tahun ini menarik dan patut diapresiasi. Sinyal positif bahwa Unja terus berupaya untuk semakin maju, dari segi kuantitas, dan mudah-mudahan kualitas juga seiring.
Bertambahnya kuota ini disebut oleh Rektor Unja Johni Najwan seiring dengan upaya Unja untuk menambah sarana dan prasarana, demi memperbesar daya tampung Unja, sehingga penambahan kuota menjadi memungkinkan.
Lazimnya, semakin bermutu pendidikan di sebuah universitas, semakin banyak pula peminatnya. Apalagi seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kesadaran untuk menempuh jenjang pendidikan tinggi, peminat Unja dan universitas lain di Jambi tentunya semakin bertambah.
Langkah selanjutnya bagaimana menarik calon-calon mahasiswa yang memiliki kepintaran dan keseriusan untuk menggali pengetahuan, bersaing untuk memasuki Unja. Untuk menarik bibit-bibit yang semakin unggul ini, Unja perlu meningkatkan mutunya.
Bagimana menjadikan Unja sebagai kampus yang diincar calon mahasiswa dan tak kalah saing dengan perguruan tinggi lainnya adalah keniscayaan. Ini sepatutnya menjadi tantangan yang menjadi peluang bagi Unja untuk terus meningkatkan mutu pendidikannya.
Memang membutuhkan biaya untuk menambah fasilitas, sarana dan prasarana yang menunjang pendidikan, dan untuk menciptakan iklim belajar yang merangsang mahasiswa untuk bersaing dalam pengetahuan. Namun menerapkan manajemen yang semakin transparan dan lepas dari kolusi, nepotisme, dan korupsi adalah upaya yang sesungguhnya vital.
Mengubah mental mahasiswa dimulai dari berubahnya mental para pengelola Unja, mulai dari level staf pengajar, sampai staf manajemen, hingga rektor. Pemerintah pun mestinya mendukung dengan memberikan kebebasan bagi Unja untuk membenahi dirinya bukannya menjadi ajang untuk bancakan. (*)