Pengakuan Menggeramkan, Pemuda Ini Ngaku Ganteng, Gerayangi Anak SMP, dan Sudah Tiga Kali Beristri

SAMARINDA - Pemuda 26 tahun ini memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi. Jainal Abidin ini merasa sebagai pria terganteng yang dapat dengan muda

Pengakuan Menggeramkan, Pemuda Ini Ngaku Ganteng, Gerayangi Anak SMP, dan Sudah Tiga Kali Beristri
TRIBUNKALTIM
DIPERIKSA - Jainal Abidin (baju hijau) menjalani pemeriksaan penyidik dari Polsekta Samarinda Seberang, Selasa (24/1) 

TRIBUNJAMBI.COM, SAMARINDA - Pemuda 26 tahun ini memiliki rasa percaya diri yang sangat tinggi. Jainal Abidin ini merasa sebagai pria terganteng yang dapat dengan mudah memikat wanita muda.

Karena itu membuat dirinya berurusan dengan pihak kepolisian, karena dilaporkan telah melakukan tindak asusila terhadap Bunga (14) - bukan nama sebenarnya, siswi kelas VII SMP di Samarinda.

Namun, Jainal berulang kali mengaku tidak pernah mengejar-ngejar wanita. Sebalinya, wanitalah yang mengejar-ngejar dirinya untuk dijadikan pacar.

Diketahui, sebelum tertangkap aparat Polsekta Samarinda Seberang, Jainal telah tiga kali beristri, namun semuanya kandas, berakhir dengan perceraian.
"Biar saya masih muda begini, saya sudah beristri tiga kali, tahun lalu saya baru cerai," ucapnya saat ditemui di Mapolsekta Samarinda Seberang, Selasa (24/1).

Lelaki yang bekerja menjual aksesoris handphone di pasar malam itu tertangkap petugas, setelah sebelumnya dipergoki warga sekitar tengah menggerayangi anak di bawah umur di rumah pamannya, di kawasan Samarinda Seberang.
Beruntung, wajah yang menurutnya tampan itu tidak dilukai warga. Setelah mengamankan dirinya, Jainal dengan santai sambil sesekali tertawa menceritakan pengalaman memalukannya itu.

Dia mengaku baru kenal dengan korban sejak Minggu (23/1) malam silam di pasar malam, di kawasan Sungai Keledang. Saat itu, korban bersama dengan temannya datang ke lapak jualannya. Di situlah awal perjumpaan.

Jainal menuturnya, saat itu dirinya hanya memberikan senyum saja kepada calon pacarnya itu. Tanpa mengumbar gombal maupun memberikan janji-janji. Bahkan, gadis yang masih bau kencur itu sempat mengirimkannya surat cinta, yang berisi ajakan menjadi pacarnya.

"Dia yang kejar-kejar saya, bukan saya, bahkan dia kirim surat, yang diantar temannya. Dia minta untuk dijadikan pacar. Katanya dia, saya ini ganteng dan baik, saya juga akui kalau saya ini ganteng," ucapnya disambut tawa anggota kepolisian yang ada.

Setelah itu, Jainal mengajak jalan-jalan korban, dan membawa ke rumah pamannya. Kendati ada orang lain di rumah tersebut, Jainal tetap melancarkan aksinya dengan meremas-remas dada pacar barunya itu.
"Dia yang peluk saya duluan, saya tidak pernah maksa, setelah itu saya masukan tangan saya ke bajunya, dan remas dadanya, " tuturnya.

Beruntung korban belum disetubuhi pelaku, karena terpergok warga sekitar. "Dia dipergoki oleh warga, lalu menyerahkan ke Polsek, dan orangtua korban melaporkan hal itu ke kami," ucap Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Seberang Iptu Heru Santoso.
Pelaku dijerat dengan UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun kurungan. (christoper desmawangga)

Editor: esotribun
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved