Alex Dituntut Hukuman Seumur Hidup

Alex Bonatua (28) terdakwa kasus pembunuhan Nety Marleni (35), Supervisor Grapari Sungaipenuh

Alex Dituntut Hukuman Seumur Hidup
Kontributor Bengkulu, Firmansyah
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Alex Bonatua (28) terdakwa kasus pembunuhan Nety Marleni (35), Supervisor Grapari Sungaipenuh dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sungaipenuh dengan tuntutan seumur hidup.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sungaipenuh, Fahmi kepada harian ini mengatakan terdakwa Alex Bonatua telah terbukti melakukan pembunuhan berencana, maka terdakwa dituntut dengan tuntutan penjara seumur hidup.

"Terdakwa kita kenakan pasal 340 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan berencana," katanya.

Dikatanya lagi, sidang kembali akan digelar pada Rabu pekan depan dengan agenda pembacaan vonis dari Majlis Hakim PN Sungaipenuh. "Rabu (1/2)mendatang sidang akan kembali digelar dengan agenda pembacaan putusan," tandasnya.

Dimana sebelumnya terdakwa Alex Bonatua (28), pecatan PNS Pemkot Sungaipenuh didakwa dengan pasal pembunuhan berencana.

Untuk diketahui, kronologis dari pembunuhan tersebut bermula dari kedekatan korban yang memiliki hubungan dekat dengan pelaku, dan tanggal 27 Mei 2016 korban dipanggil pelaku ke kontrakan dengan alasan meminta tolong membelikan obat magh.

Setiba di rumah kontrakan, pelaku langsung mencekik korban hingga meninggal di balik pintu kamar. Selanjutnya, pelaku mengambil perhiasan korban, berupa kalung, cincin dan liontin, dengan total berat 18,5 gram emas.

Pelaku kemudian menggadai emas di Pegadaian di Siulak dengan nilai Rp 20 juta. Uang itu digunakan untuk membayar utang pelaku, dan membeli koper berukuran besar.

Setelah itu, pelaku memasukkan mayat korban ke dalam koper besar dan membuangnya ke jurang di KM 10 Puncak Kota Sungaipenuh. Dari penyidikan yang dilakukan, terungkap motif pembunuhan karena kesulitan ekonomi. Karena pelaku banyak hutang dan butuh biaya untuk pengobatan orang tuanya yang sakit di Padang, Sumatera Barat.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved