Maseng Dibunuh Keluarganya Sendiri karena Peristiwa Memilukan 20 Tahun yang Lalu

Terkuak identitas mayat pria yang ditemukan di Kampung Karapuang, Desa Garassikang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Jumat (20/01/2017)

Maseng Dibunuh Keluarganya Sendiri karena Peristiwa Memilukan 20 Tahun yang Lalu
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muslimin Emba

TRIBUNJAMBI.COM, BINAMU - Terkuak identitas mayat pria yang ditemukan di Kampung Karapuang, Desa Garassikang, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Jumat (20/01/2017) sore.

Mayat tersebut adalah Maseng Dg Talli, warga Kampung Kassi-Kassi, Desa Je'ne Tallasa, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Dari informasi yang diterima Tribun Timur, korban dibunuh tiga pelaku yang juga anggota keluarganya, yakni Sirajang bin Raja, Sakir Dg Situju dan Langkasa Dg Tinggi.

"Kita sudah amankan sementara tiga pelaku yang merupakan keluarganya sendiri. Diperkirakan pelaku sampai 20 orang," kata Kapolres Jeneponto, AKBP Hery Susanto, kepada Tribun Timur, Sabtu (21/1/2017).

Motif anggota keluarga menghabisi korban karena Maseng pernah melakukan perbuatan asusila terhadap anak kandungnya sekitar 20 tahun lalu.

"Jadi 20 tahun lalu korban ini pernah ingin menghamili anaknya sendiri dan diusir oleh keluarga, tapi akhir 2016 dia kembali ke kampungnya," Hery menerangkan.

"Sempat diamankan kepala desa karena ingin dimassa oleh keluarganya, namun malamnya dia dijemput oleh pelaku," imbuh mantan Kapolres Bombana itu.

Ketiga pelaku diamankan di Polres Jeneponto, sementara terduga pelaku lainnya masih dikembangkan. Sedangkan jenazah Maseng masih diautopsi di RSUD Lanto Dg Pasewang.

Mayat Maseng ditemukan membusuk pada Jumat sore oleh seorang pengembala kerbau yang tidak disebut identitasnya di hutan jati kampung setempat.

Si pengembala penasaran dengan bau menyengat sehingga mencari sumbernya. Sampai di pusat bau si pengembala menemukan mayat tinggal tengkorak dan dilaporkan ke warga.

Ciri-ciri mayat yang ditemukan menggunakan baju putih celana hitam dan membawa sarung kotak-kotak cokelat putih. Diperkirakan korban tewas sepekan lalu.

"Melihat kondisi mayat dan beberapa daging sudah terkelupas," ujar Hery.

Editor: nani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved