Lima Isu Global yang akan Pengaruhi Ekonomi Indonesia pada 2017

“Di antaranya adalah Trumpism, the China problem, divergensi kebijakan moneter antarnegara, naiknya harga komoditas pangan energi, risiko geopolitis"

Lima Isu Global yang akan Pengaruhi Ekonomi Indonesia pada 2017
Antara
Ilustrasi. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diproyeksi mencapai 5,2%. Angka ini lebih tinggi dibanding proyeksi pemerintah sebesar 5,1%.

“Saya prediksi ada pada 5,0% di 2016 jadi sedikit lebih baik dari 2015. Sementara tahun ini akan 5,2% sedikit lebih optimistis,” kata Ekonom SKHA Consulting Eric Sugandi pada acara Economic and Infrastructure Outlook 2017 di Hotel Borobudur, Jakarta.

Eric mengatakan, secara keseluruhan, perekonomian Indonesia pada tahun 2017 ini akan berpengaruh pada lima isu utama yang ada dalam lingkup global.

“Di antaranya adalah Trumpism, the China problem, divergensi kebijakan moneter antarnegara, naiknya harga komoditas pangan dan energi, dan risiko geopolitis,” ujarnya.

Soal Trumpism, menurut Eric, akan ada ancaman bila nantinya kebijakan Trump saat menjabat sebagai presiden AS akan cenderung proteksionis, terebih untuk kebijakan luar negeri lebih. Menurut dia, hal ini akan bisa punya efek negatif ke dunia.

Adapun problem dari Tiongkok muncul jika negara tersebut mengurangi penggunaan batubara dan membawa dampak pada global.

Namun demikian, menurutnya pada 2017 ini pertumbuhan ekonomi global akan lebih baik.

“Menurut IMF akan bisa tumbuh 2,7% dari 2,3% tahun lalu. Yang akan mendorong pertumbuhan ini terutama dari negara emerging market. Salah satu faktornya adalah mulai membaiknya harga komoditas,” ucapnya.

Sementara soal divergensi kebijakan moneter, dia melihat, tren suku bunga rendah masih banyak kecuali AS. Proyeksi dia, pada akhir tahun 2017, suku bunga AS (The Fed rate) akan ada di 1,5%.

“Sementara untuk Bank Indonesia 7 Days RR, kami perkirakan masih bisa turun lagi 25 bps kemungkinan akan turun di April karena atau kuartal II karena inflasi rendah akibat musim panen. Ruang kebijakan moneter untuk BI pun semakin terbatas karena bunga The Fed naik dan tekanan rupiah semakin besar,” jelasnya.(Ghina Ghaliya Quddus)

Editor: duanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved