BK Beri Peringatan ke Salam

Anggota DPRD Provinsi dari Fraksi Partai Hanura A Salam akhirnya mendapatkan surat peringatan oleh Badan

Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI/TOMMY KURNIAWAN
Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Jambi keluarkan surat peringatan untuk anggota DPRD Provinsi dari Fraksi Partai Hanura A Salam 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Anggota DPRD Provinsi dari Fraksi Partai Hanura A Salam akhirnya mendapatkan surat peringatan oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Jambi akibat sikapnya terhadap pihak keamanan Bandara Sultan Thaha yang diduga melakukan kekerasan.

Sebelumnya, Salam menjadi perbincangan hangat oleh sejumlah netizen di media sosial akibat video singkat yang memperlihatkan dirinya bertengkar bersama pihak keamanan bandara, hingga akhirnya sejumlah sopir taksi hampir menghakiminya.

"Salam sudah kita berikan teguran. Dia juga kita instruksikan untuk membuat surat pernyataan," kata Kusnindar, Ketua BK DPRD Provinsi Jambi ketika menggelar konfrensi pers di gedung DPRD Provinsi Jambi, Senin (9/1).

Kusnindar mengaku pihaknya akan segera melakukan mediasi terhadap pihak bandara dan memanggil Salam terkait permasalahan tersebut.

"Saya juga minta maaf kepada masyarakat jika kejadian ini cukup heboh akhirnya di media sosial," jelasnya.

"Kita akan panggil pihak bandara. Kemudian hasil rapat nanti akan dinaikan ke Pimpinan. Nanti kita susun jadwalnya," jelasnya.

08012017 Salam marah-marah

Kusnindar menjelaskan, akibat fisik Salam yang sedang sakit, ditambah sebelumnya ia mengonsumsi buah durian membuat tensi tubuhnya rentan naik hingga akhirnya mudah emosi.

"Dari pengakuanya seperti itu. Ditambah badannya yang sudah tidak sanggup berjalan, makanya dia menggunakan mobil ke bandara menuju kedatangan penumpang," katanya.

Namun, disisi lain, Wakil Ketua BK, Zainul Arfan mengimbau pihak bandara untuk lebih tegas menerapkan aturan tersebut. Pasalnya banyak kendaraan yang masih bebas berhenti untuk menjemput penumpang di wilayah kedatangan bandara.

"Perasaan banyak juga kendaraan yang berhenti disana. Kondisi Salam juga ketika itu suasananya juga sangat sepi, ya minimal diberikan kelonggaran, dia juga sedang sakit," jelasnya.

Kemudian, ia juga mengkritik sikap pihak bandara yang mengusir Salam dengan cara kurang sopan.

"Wajar dia terkejut dan langsung emosi, tiba-tiba main gedor jendela saja. Tata berbicaranya juga diperbaiki, jangan main gedor saja," jelasnya.

"Saya tidak menbenarkan yang salah. Tapi dari pengakuan Salam sendiri, pihak bandara jangan teriak-teriak, tata bahasanya juga diperbaiki," jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved