Emas Sentuh Level Tertinggi Sebulan Terakhir

Koreksi yang diderita dollar AS jadi suntikan tenaga lanjutan bagi si kuning emas untuk merangkak naik.

Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTIAWAN

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Koreksi yang diderita dollar AS jadi suntikan tenaga lanjutan bagi si kuning emas untuk merangkak naik. Emas menyentuh level tertinggi dalam kurun sebulan terakhir.

Mengutip Bloomberg, Kamis (5/1) pukul 18.25 WIB harga emas kontrak pengiriman Februari 2017 di Commodity Exchange melambung 0,62% ke level US$ 1.172,50 per ons troi dibanding hari sebelumnya.

Jelang pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS ke 45 pada 20 Januari 2017 mendatang permintaan safe haven seperti emas melonjak. Menyusul tingginya ketidakpastian di pasar menanti realisasi kebijakan Trump nantinya.

Selain itu, pasca rilis risalah FOMC yang menunjukkan masih adanya perbedaan pendapat antara pejabat The Fed mengenai peluang kenaikan suku bunga tahun ini, USD pun terserang koreksi. Hingga pukul 18.27 WIB indeks dollar tergerus 0,32% ke level 102,37 dibanding hari sebelumnya.

“Akhirnya euforia kemenangan Trump menyusut, pasar kembali dihadapkan pada kenyataan bagaimana nantinya Trump memimpin AS. Ditambah lagi, secara teknikal pergerakan harga emas cukup positif dan sudah mengalami koreksi signifikan beberapa waktu terakhir, jadi wajar saja naik,” imbuh Jeffrey Halley, Senior Market Analyst Oanda Corp seperti dikutip dari Bloomberg.

Belum lagi aliran dana asing yang kencang keluar dari China juga diproyeksi beralih ke emas sebagai sarana pelaku pasar untuk berlindung. “Tidak mengejutkan lagi kalau aliran dana tersebut berpindah ke emas,” kata Halley.

Hanya saja kenaikan harga emas cukup tertahan dengan laporan penurunan kepemilikan aset emas di Exchange Traded Funds sebesar 1,1 ton menjadi 1.771,4 ton hingga Rabu (4/1) lalu.

Sebab ini membuat aset tersebut turun ke level terendahnya sejak Mei 2016 lalu. Namun balutan sentimen positif pada pergerakan harga emas masih jadi katalis utama pengangkat harga. 

Sumber: Kontan
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved