Zahro Express Terbakar: Begini Cara Bertahan Hidup di Air

TRIBUNJAMBI.COM-Dua puluh tiga orang tewas dan belasan lainnya belum ditemukan akibat tragedi Zahro

Editor: ridwan
Andri Donnal Putera/Kompas.com
Tampak kapal penumpang Zahro Express yang terbakar telah dibawa ke Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (1/1/2017). Kapal terbakar saat menuju Pulau Tidung pada Minggu pagi, menyebabkan beberapa penumpang meninggal dunia. 

TRIBUNJAMBI.COM-Dua puluh tiga orang tewas dan belasan lainnya belum ditemukan akibat tragedi Zahro Express yang terbakar di Perairan Jakarta pada Minggu (1/1). Saat ini tim evakuasi masih terus melanjutkan pencarian untuk menemukan para korban yang masih hilang.

(Kapal Zahro Express Terbakar: Uitemate, Teknik Mengapung di Air yang Dapat Dipakai saat Darurat)

Terkait kecelakaan ini, muncul pertanyaan, bagaimana cara bertahan hidup di dalam air dalam kondisi darurat?

Pada dasarnya, persoalannya menjadi lebih mudah jika ada pelampung, perahu kecil, dan akomodasi yang cukup. Para korban kecelakaan ini bisa memanfaatkan item-item tersebut sebelum tim penyelamat datang untuk melakukan evakuasi. Tapi pelampung saja belum cukup—lebih-lebih jika tidak ada pelampung.

Seseorang tanpa pelampung atau item penyelamat lainnya akan cepat lelah hanya dalam hitungan jam, terlebih karena suhu yang dingin. Mereka juga rentan diserang oleh hewan laut. Masalah yang lebih serius, seperti dilansir dari LiveScience, adalah hipotermia, kondisi mematikan yang dapat terjadi dalam air dengan suhu 16 derajat Celcius. Semakin hangat permukaan air, peluang bertahan hidup akan semakin besar.

Masalah akan semakin runyam jika si korban tidak punya kemampuan berenang yang mumpuni. Bagaimanapun juga, dengan bisa berenang si korban akan lebih mudah mendapatkan oksigen bebas—meski dengan risiko kram pada kaki jika terlalu lama berenang.

Intinya, seperti dikutip dai Hellosehat.com, tetaplah mengapung. Caranya, dengan berenang atau memanfaatkan benda-benda yang memungkinkan kita tetap terapung. Ada beberapa trik mengapung yang bisa kita gunakan: dengan punggung terutama ketika air tenang dan dengan dada jika air dalam kondisi buruk.

Seperti disebut di awal, semuanya akan berjalan lebih baik jika ada rakit penyelamat.

Author :Moh. Habib Asyhad

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved