Beraksi, KPK Telusuri Dugaan Keterlibatan Keluarga dan Wakil Bupati Klaten

Diduga kuat, salah satu anggota keluarga tersangka Bupati Klaten Sri Hartini turut berperan dalam pengumpulan uang suap.

Beraksi, KPK Telusuri Dugaan Keterlibatan Keluarga dan Wakil Bupati Klaten
Tribunnnews
Bupati Klaten Sri Hartini keluar dari gedung KPK memakai rompi tahanan usai diperiksa, Sabtu (31/12/2016). Sri Hartini ditahan KPK diduga terlibat kasus suap pengaturan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menelusuri dugaan keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus suap pengisian jabatan di Pemerintah Kabupaten Klaten.

Diduga kuat, salah satu anggota keluarga tersangka Bupati Klaten Sri Hartini turut berperan dalam pengumpulan uang suap.

"Itu akan didalami lebih lanjut termasuk apakah ada peran dari pejabat lain," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, Jakarta, Rabu (4/1/2016).

Menurut Febri Diansyah, pihaknya kini fokus untuk mengetahui peran dari Sri Hartini dan satu orang lagi tersangka lainnya yakni Kepala Seksi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Suramlan.

"Tentu harus kita dalami lebih lanjut apakah peran tersangka di sini bersama pihak lain apakah wakil bupati atau lainnya. Kita tidak mau berandai-andai," tukas Febri Diansyah.

Sebelumnya, Sri Hartini ditangkap KPK dalam sebuah operasi tangkap tangan pada akhir Desember 2016. Dia ditangkap bersama tujuh orang lainnya.

Penangkapan tersebut terjadi dua lokasi yakni di rumah dinas Bupati Klaten Sri Hartini dan di rumah Sukarno, Klaten, Jawa Tengah, pada Jumat, 30 Desember 2016.

Sebanyak tujuh orang ditangkap di rumah dinas Bupati Klaten yakni Sri Hartini (Bupati), Suramlan (PNS), Nita Puspitarini (PNS), Bambang Teguh (PNS), Slamet (PNS, Kabid Mutasi), Panca Wardhana (Staf Honorer) dan seorang swasta, Sunarso.

Dari rumah dinas tersebut, ditemukan barang bukti uang sebanyak Rp 2 miliar yang tersimpan dalam dua kardus besar serta 5.700 Dolar Amerika Serikat atau setara Rp76,6 juta dan 2.035 Dolar Singapura atau setara Rp18,9 juta di dompet.

Sementara dari rumah Sukarno, selain mengamankan pemilik rumah, juga disita barang bukti uang sebanyak 80 juta.

Halaman
12
Editor: duanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved