EDITORIAL
Magnet Kota Jambi
KOTA Jambi menjadi magnet bagi penduduk di 11 kota dan kabupaten di Provinsi Jambi. Bahkan bisa jadi bagi masyarakat di luar Provinsi Jambi.
KOTA Jambi menjadi magnet bagi penduduk di 11 kota dan kabupaten di Provinsi Jambi. Bahkan bisa jadi bagi masyarakat di luar Provinsi Jambi.
Fenomena ini semakin terlihat dengan semakin tingginya pertambahan penduduk Kota Jambi dari waktu ke waktu. Dalam kurun waktu Januari-September 2016 saja, jumlah penduduk Kota Jambi bertambah 25.978 jiwa.
Setidaknya, itulah yang direkapitulasi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Jambi. Jika dilihat dari jumlah penduduk total Kota Jambi, pertambahan ini mencapai lebih dari tiga persen.
Informasi dari Disdukcapil, pertambahan jumlah penduduk ini terjadi lantaran penduduk yang datang ke Kota Jambi (migran) dan tingkat kelahiran yang tergolong tinggi dibandingkan dengan jumlah penduduk yang pergi dan meninggal.
Selain tingkat kelahiran yang cukup tinggi, ada banyak faktor bagi pertambahan penduduk ini. Seperti faktor lokasi (tempat yang strategis), faktor ekonomi, dan faktor sosial. Sejumlah faktor ini bisa dipenuhi oleh Kota Jambi.
Sebagai ibukota Provinsi Jambi, Kota Jambi menjadi tempat strategis bagi masyarakat Provinsi Jambi dan provinsi sekitarnya. Dari lebih 760 ribu penduduknya, kita bisa melihat Kota Jambi sebagai daerah dengan beragam etnis dari provinsi sekitarnya.
Begitupun dengan perkembangan dan pembangunan yang berlangsung selama ini. Dalam situasi perekonomian yang belum sembuh, Kota Jambi menjadi satu peluang untuk mencari kehidupan baru.
Pertambahan penduduk ini menunjukkan kepada kita, Kota Jambi terus berkembang menuju kota yang lebih besar lagi. Ada banyak harapan di sana.
Namun kita berharap pemerintah dan pihak-pihak terkait mengelola fenomena ini dengan baik. Pertambahan penduduk yang terus terjadi akan semakin meningkatkan tingkat kepadatan penduduk karena lahan yang ada tidak bertambah luas.
Pertambahan penduduk berarti semakin bertambahnya kebutuhan-kebutuhan pokok manusia. Seperti kebutuhan tempat tinggal, air bersih, udara bersih, air bersih, dan pangan.
Di sisi lain, pertambahan penduduk akan menimbulkan serangkaian pencemaran. Di antaranya, pencemaran air, udara dan lingkungan.
Melihat kebutuhan dan dampak akibat pertambahan penduduk ini, kita berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mengelolanya lebih baik lagi. Kita bisa berkaca pada situasi yang ada (eksis) saat ini. Apakah kebutuhan tempat tinggal, air bersih, udara bersih, dan pangan sudah terselesaikan dengan baik. Apakah dampak kepadatan penduduk dalam hal pencemaran udara, air, dan lingkungan, yang semakin tinggi sudah dikelola dengan baik pula.
Kita mengambil satu contoh, masalah air bersih, yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah di Kota Jambi. Masalah akan semakin besar dengan semakin tingginya ekspeksasi masyarakat, jika tidak segera diselesaikan.(*).