EDITORIAL

Telolet Sejenak

Namun lebih dari itu, ‘om telolet om’ juga memberi gambaran bagi kita, betapa kaum millenial kini telah menunjukkan eksistensinya.

Editor: Duanto AS

KECERIAAN anak-anak Indonesia yang berburu klason berbunyi ‘telolet’ mendadak jadi viral dan bahkan jadi trending topic dunia. Serbuan telolet bahkan menyergap sejumlah orang-orang beken, seperti artis internasional hingga Presiden Paman Sam.

Om Telolet Om. Tiga kata dalam satu kalimat itu telah berhasil membuat banyak orang tertawa terpingkal-pingkal. Namun ada juga yang masih bingung, mengingat kata ‘telolet’ belum ada di dalam kamus bahasa Indonesia. Kata ‘telolet’ juga bukan masuk dalam bahasa gaul masa kini.

Gaya anak-anak muda yang telah memperkenalkan ‘Om Telolet Om’ dengan cara-cara yang sederhana, yakni menunggu bus lalu memberi kode agar membunyikan klakson ‘telolet’ memberi gambaran betapa anak-anak Indonesia adalah anak periang. Mereka menyukai hal-hal sederhana, dan menciptakan yang sederhana itu menjadi mengasyikkan.

Cara-cara yang sederhana itu pun telah memancarkan kegembiraan bagi orang dewasa, setidaknya sejenak membuat orang-orang dewasa tersenyum. Terlebih di masa situasi saat ini, situasi panas yang diciptakan oleh orang-orang dewasa. Ujaran kebencian tidak habis-habisnya di sosial media. Saling serang, saling ejek, saling sindir, entah siapa yang menang dan entah siapa yang kalah.

Situasi di dunia nyata tak kalah seram. Upaya-upaya mengacaukan situasi oleh teroris kini sedang marak terjadi. Terbukti dari banyaknya terduga teroris yang telah diamankan polisi, mulai dari bom panci hingga bom pipa. Pelaku mulai dari tanah Sumatera hingga tanah Jawa. Negeri yang begitu indah dan bersahaja ini, hendak dibasuh dengan air mata oleh para ‘pengantin’.

Sungguh sudah banyak kepedihan yang terjadi dalam beberapa pekan ini, dan itu dilakukan oleh anak-anak bangsa sendiri. Kita beruntung memiliki anak muda, kaum millenial, generasi pewaris negeri selanjutnya, yang begitu kreatif memainkan zaman. Mereka mampu membuat semua orang untuk sejenak melupakan kegalauan dan kegelisahan, hanya dengan ‘om telolet om’.

Namun lebih dari itu, ‘om telolet om’ juga memberi gambaran bagi kita, betapa kaum millenial kini telah menunjukkan eksistensinya. Mereka mampu menciptakan dunia sendiri, terbebas dari maraknya ujaran kebencian. Mereka mampu mengubah kebencian-kebencian itu menjadi sebuah cerita yang menarik lewat kata ‘om telolet om’.

Bahkan saat mengomentari hal-hal yang serius, sebut saja cuitan seorang guru perempuan yang mempermasalahkan agama pahlawan dalam uang kertas baru di tweeter, anak-anak muda ini justru membalasnya dengan sesuatu yang lucu, tante telolet tante. Tak ayak, tingkah laku dari kaum millenial ini membuat suasana menjadi berubah segar, tak lagi harus mengernyitkan kening.

Hadir dan mendunianya frasa telolet ini, seperti menunjukkan bahwa anak-anak muda saat ini sungguh ingin mendapatkan hiburan yang lebih baik. Mereka seperti telah jengah dengan situasi yang diciptakan kaum-kaum tua. Anak-anak muda ingin situasi yang sifatnya menyenangkan, keberasamaan, dan keceriaan. Mereka tidak ingin terjebak dalam frasa-frasa kebencian. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved