EDITORIAL
Hapus Cemas saat Terbang
MUSIBAH kecelakaan pesawat terus saja terjadi di negeri ini. Belum genap satu bulan pesawat Sky Truck milik Polri jatuh di perairan antara...
MUSIBAH kecelakaan pesawat terus saja terjadi di negeri ini. Belum genap satu bulan pesawat Sky Truck milik Polri jatuh di perairan antara Kabupaten Lingga dan Provinsi Bangka Belitung, Minggu (18/12) musibah serupa dialami oleh pesawat Hercules C-130 milik TNI AU. Hercules tersebut jatuh di Kampung Minimo, Distrik Maima, Kabupaten Jayawijaya, Papua.
Sebanyak 13 penumpang di pesawat nahas tersebut pun meninggal dunia. Kecelakaan pesawat militer milik Indonesia ini bukan yang pertama kali terjadi. Menyebut diantaranya, kecelakaan pesawat Golden Eagle, juga milik TNI AU, saat pameran dirgantara di Yogyakarta tahun lalu.
Menilik ke belakang, setidaknya ada tiga kejadian jatuhnya pesawat Hercules C-130 milik TNI. Pada tahun 1991, Hercules jatuh di daerah Condet, Jakarta Timur. Lalu pada 2009, Hercules C-130 jatuh di Magetan, Jawa Timur. Kemudian, kecelakaan jatuhnya pesawat di Medan, di dalam kota. Kecelakaan pada 30 Juni 2015 itu membuat 122 orang meninggal. Pesawat menimpa ruko dan beberapa kendaraan.
Adapun mengenai Hercules C-130 yang jatuh di Papua, Minggu lalu, pihak terkait masih melakukan pendalaman. Dugaan sementara, pesawat tersebut jatuh karena faktor cuaca.
Tapi, mari kita lihat data. Hercules yang kemarin membawa semen 12 ton ke Papua tersebut bertolak dari
Lanud Abdulrahman Saleh, Malang. Asal tahu saja, awalnya di sana ada 16 hercules. Kini jumlahnya tinggal 14 hercules. Dua diantaranya jatuh di Medan dan di Papua tersebut.
Usia pesawat ini sebenarnya terbilang tua. Indonesia mendapatkannya melalui hibah dari Angkatan Udara Australia yang dioperasikan sejak 1978. Kendati demikian, pihak TNI meyakinkan bahwa pesawat nahas itu masih laik terbang. Disebut sisa jam terbang ada 9.000 jam terbang.
Bahkan menurut Kapentak Lanud Abdulrahman Saleh, pesawat sudah diperbarui pada 2015. Artinya, badan pesawat memang berusia 64 tahun tapi secara umum mesin dan komposisi lain di luar tubuh pesawat sudah diperbarui.
Apapun itu, kelaikan pesawat adalah hal penting dalam dunia penerbangan. Pemerintah baiknya mengevaluasi detil proses kepemilikan, pembelian pesawat militer.
Jangan sampai prajurit-prajurit kita terbang bersama cemas saat bertugas. Cemas lantaran sederetan kecelakaan pesawat yang menimpa milik TNI. (*)