Areal Padi Ladang Berkurang 2.000 Hektare

Terkait kondisi iniKepala Dinas Pertanian Kabupaten Tebo, Sarjono, mengatakan itu dampak dari larangan membuka lahan dengan cara membakar.

Areal Padi Ladang Berkurang 2.000 Hektare
TRIBUN JAMBI/ABDULLAH USMAN

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Terjadi peningkatan luas tanam padi sawah di Kabupaten Tebo selama lima tahun terakhir, atau terhitung sejak 2011.

Pada 2011, ada 3.345 hektare lahan padi sawah yang terbentang di Tebo. Sementara pada 2016 ini, telah melonjak tajam menjadi 9.541 ‎hektare.

Begitu juga padi ladang, pada 2011 luas padi ladang 3.795 hektare, dan melonjak jauh pada 2015 menjadi 7.099.

Namun tahun ini terjun bebas pada angka 4.465 hektare. Turunnya luas lahan padi ladang ini menyita perhatian banyak pihak, karena belum satu tahun ada lebih 2.000 hektar yang hilang.

Terkait kondisi iniKepala Dinas Pertanian Kabupaten Tebo, Sarjono, mengatakan itu dampak dari larangan membuka lahan dengan cara membakar.

"Kita merasakan dampaknya cukup drastis, banyak petani tidak lagi membuka lahan sejak ada larangan membakar," katanya kepada Tribun, Selasa (20/12).

‎Sebaliknya soal peningkatan luas lahan padi sawah, Sarjono menyebut petani termotivasi program daulat pangan yang dilakukan pemerintah. Selain itu, rendahnya harga karet beberapa tahun terakhir, juga membuat petani memilih membuka lahan perkebunan menjadi sawah.

"Jadi momennya tepat, karena harga karet turun. Kemudian tambah lagi bisa tanam padi dua kali setahun," ulas Sarjono.

Penulis: awang
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved