Harga Karet Naik Jadi Rp 9.000, Petani Karet di Sarolangun Bergairah

Harga karet mulai merangkak naik di tingkat petani menjadi Rp 9 ribu per kilogram (kg) di Kabupaten Sarolangun.

Harga Karet Naik Jadi Rp 9.000, Petani Karet di Sarolangun Bergairah
TRIBUN JAMBI/HANIF BURHANI

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Harga karet mulai merangkak naik di tingkat petani menjadi Rp 9 ribu per kilogram (kg) di Kabupaten Sarolangun. Kenaikan harga yang sebelumnya sempat anjlok hingga dibawah Rp 5.000, membuat para petani karet bergairah sebulan belakangan.

Pantauan Tribun, berangsur naiknya harga karet sebulan terakhir disambut positif oleh petani. Aktivitas petani karet kini sudah mulai terlihat. Sejumlah pemilik kebun karet yang selama ini frustasi dan membiarkan kebun karetnya terlantar, kini sudah kembali ke kebun.

Rahman, seorang petani karet asal Sarolangun menuturkan, harga getah yang mereka jual ke pengumpul sekarang antara Rp 9.000 hingga Rp 10.000 per kg. Variasi harga ditentukan tingkat kandungan kadar air yang terdapat di dalam karet.

“Paling rendah, karet yang masih kotor harganya kini Rp 9.000 per kg. Harga karet kini sudah naik,” katanya ditemui, Senin (19/12).

Kenaikan harga tersebut akunya, mampu membuat mereka (petani) karet kembali bersemangat. Para petani kini, mulai kembali rajin menyadap karetnya, setelah lebih dari setahun kebun dibiarkan menganggur.

“Sebelumnya, akibat harga yang tak kunjung naik, kami memilih mencari pekerjaan lain untuk menutupi kebutuhan ekonomi keluarga. Tapi kini kami sudah mulai rajin lagi menyadap karet di kebun,” ujarnya.

“Bahkan malam-malam juga banyak petani yang menyadap karet, biar bisa dapat hasil sadapan yang lebih banyak lagi,” tambahnya.

Dia mengaku, sangat bersyukur dengan kenaikan harga karet terakhir ini.

“Mudah-mudahan ini menjadi pertanda baik harga karet bakal kembali tinggi,” harapnya.

Sementara itu pengumpul (toke) karet di Kabupaten Sarolangun, Jamal mengutarakan, bahwa kenaikan itu cukup berarti baginya. Karena para petani sudah mulai banyak yang menyadap kembali tanaman karet mereka.

“Kita senang karena petani sudah banyak yang menjual hasil karet mereka,” ujarnya.

Pedagang pengumpul ini juga berharap, harganya karet makin naik. Agar petani karet makin bersemangat dan ramai seperti beberapa tahun yang lalu.

“Kita harap bisa naik lebih lagi. Biar petani bisa lebih bergairah lagi,” pungkasnya.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved