Mantan Kades Karmen Sebut Dirinya Diancam
Mantan Kades Karang Mendapo (Karmen), Rusdi mengaku mendapat ancaman ditembak.
Penulis: Herupitra | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Mantan Kades Karang Mendapo (Karmen), Rusdi mengaku mendapat ancaman ditembak. Dia menduga ini terjadi karena persoalan konflik lahan perkebunan sawit milik kelompok tani warga Desa Karang Mendapo (Karmen) dengan salah satu perusahaan belum menemukan titik terang.
"Ya saya dapat ancaman ditembak," kata Mantan Kades Karmen, Rusdi, Kamis (15/12).
Diakuinya, diduga pelaku yang mengancam dirinya merupakan pihak yang bekerja untuk perusahaan terkait persoalan lahan antar warga Karmen dan perusahaan yang masih menjadi masalah selama ini. Menurut Rusdi ancaman ini bermula ketika dirinya tidak berada di Kabupaten Sarolangun.
Dimana saat itu ada sejumlah warga menahan mobil CPO Milik perusahaan dan kuncinya disita agar persoalan lahan warga segera diselesaikan. Dibalik itu dirinya tak ikut campur ada penahan mobil CPO tersebut, malah dirinya mendapat tudingan bahwa dibelakang peristiwa itu dan bersikeras kunci mobil CPO itu diamankan oleh yang bersangkutan.
"Saat ditahan sayakan tidak ada di Sarolangun sedang berada di Jakarta. Mereka menuding saya dibalik semua ini dan menuding kunci mobil CPO saya yang menahamnya. Padahal saya tidak tahu menahu tentang itu," ujar Rusdi.
Masih kata M Rusdi, pria yang juga warga Karmen yang diduga berkerja untuk pihak perusahaan tersebut informasi selama ini memiliki senjata api rakitan, dan sempat mengirimkan sebuah pesan singkat bernada ancaman kepadanya.
"Selain melalui pesan singkat dia juga sempat datang ke depan rumah dengan tanganya dipinggang seolah memegang sesuatu," tambah Rusdi.
Namun sampai saat ini, Rusdi akui secara fatalnya belum terjadi baik kontak fisik dengan dirinya. Namun ditakuti hal ini bisa menjadi ancaman bagi dirinya maupun anggota kelompok tani lainya yang berpihak kepadanya.
Selain itu dirinya juga berharap kepada Pemkab Sarolangun untuk segera ikut menyelesaikan persoalan yang sudah menahun terjadi antara warga Karang Mendapo dan perusahaan. Dan untuk penyelesaian sengketa ini Rusdi juga akui kini pihaknya diminta menunjukkan bukti surat milik kelompok tani yang luasnya lebih kurang 100 hektare tersebut.
"Kita harapkan penyelesaian lahan itu segera. Kini mereka meminta bukti surat batas-batas tanah itu, surat itukan saya simpan di Jambi dan sedang dalam perjalanan ke Sarolangun milik kelompok tani lahannya lebih kurang 100 hektare," sebut Rusdi.
Terkait dengan ancaman, Mantan Kades Karmen M Rusdi, juga sempat menulis status di akun media sosialnya terkait dengan ancaman tersebut. Tulisan M Rusdi ini mempertanyakan kepada pihak yang mengancam akan menembak dirinya.
"Anda siapa, apa dibayar pihak perusahan untuk ngancam saya mau menembak segala," kata M Rusdi melalui tulisannya di media sosial.
Untuk diketahui persoalan konflik lahan perkebunan ini tengah berada di tangan Pemkab Sarolangun yang telah membentuk tim terpadu yang terdiri dari Dinas Perkebunan dan Kehutanan Sarolangun, Badan Pertanahan Nasional Sarolangun, Kejari Sarolangun, Polres Sarolangun, dan juga mengikutsertakan beberapa tokoh masyarakat Sarolangun.
Namun sayang, niat Pemkab untuk melakukan mediasi guna menyelesaikan polemik ini belum selesai. Pasalnya beberapa kali pemkab mengajak perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit ini, untuk duduk bersama masyarakat dan perusahaan masih belum tercapai.