10 Ton Ikan Keramba di Danau Kerinci Mati

Apalagi cuaca yang tak menentu seperti angin kencang membuat air danau keruh.

10 Ton Ikan Keramba di Danau Kerinci Mati
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
Warga mengambil ikan di Danau Kerinci yang mati 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Lagi-lagi, fenomena ikan mabuk dan mati kembali terjadi di Danau Kerinci, Selasa pagi (13/12). Informasi itu menyebar dengan cepat sehingga Danau Kerinci dipadati warga yang ingin menangkap ikan tersebut.

Keterangan yang disampaikan Kabid Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kerinci Sutan Norman fenomena ikan mati mendadak disebabkan adanya perputaran masa air danau. Apalagi cuaca yang tak menentu seperti angin kencang membuat air danau keruh.

Sutan mengatakan fenomena ini diperkirakan akan terjadi hingga 10 hari kedepan.

Terkait hal ini pihaknya tak bisa berbuat banyak, karena merupakan fenomena alam yang hampir setiap tahun terjadi di Danau Kerinci.

13122016_tangkap ikan

Ia mengungkapkan meskipun bukan kejadian yang terparah, namun hal ini membuat petani keramba jaring ikan rugi besar.

Dari data yang diperoleh dinas perikanan, lebih 10 ton ikan milik petani jaring apung ikut mati.

Bahkan ada ikan semah yang dibudidayakan petani ikut mati sedikitnya 300 kilogram.

"Petani ikan keramba merugi, seperti di Koto Petai, Koto Tengah, Jujun, dan lokasi lainnya lebih 10 ton ikan mati. Kita tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa membantu benih ikan nanti. Karena faktor alam. Hanya disarankan bagi petani yang punya kolam ikan untuk dipindahkan ikannya ke kolam," kata Sutan.

Demikian dengan harga ikan di pasaran turun drastis, dari sebelumnya sampai Rp 70 ribu per kilogram saat ini jadi Rp 40 ribu per kilogram. "Kalau untuk ikan tetap aman dikonsumsi, hanya saja membuat petani keramba merugi," tandasnya. (hdp)

Penulis: hendri dede
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved