Rabu, 8 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Sumur Minyak Ilegal Berbahaya Bagi Masyarakat Sekitar

Menurut pihak SKK Migas, kegiatan pengeboran illegal hanya menguntungkan oknum-oknum tertentu.

Penulis: Herupitra | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUN JAMBI/HERU PITRA
PJ Bupati Sarolangun Arif Munadar sidak sumur minyak ilegal 

Laporan wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN – Menurut pihak SKK Migas, kegiatan pengeboran illegal hanya menguntungkan oknum-oknum tertentu. Sementara kalau dikelola secara resmi banyak manfaat yang diperoleh, seperti adanya sumber cadangan minyak Negara yang baru, daerah memperoleh DBH Migas, keberadaan perusahaan bisa menyerap tenaga kerja dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat serta lingkungan tidak rusak.

Hal itu disampaikan oleh Staf Operasi SKK Migas, Haswanto ditemui usai penutupan kemarin. Dia menyebutkan, pengeboran minyak secara ilegal atau illegal drilling, tidak saja melanggar ketentuan hukum dan merusak lingkungan, tetapi juga berdampak langsung kepada para pekerja, dan masyarakat sebagai konsumen.

Baik oknum maupun masyarakat sekitar berisiko terpapar langsung minyak mentah tanpa alat pelindung diri. Berpotensi besar terkena beberapa bahan berbahaya minyak mentah.

Diungkapkannya, dalam minyak mentah setidaknya terdapat empat bahan berbahaya yang berdampak langsung terhadap kesehatan. Keempat bahan berbahaya tersebut adalah benzene, toluene, cylene serta sejumlah logam berat seperti tembaga, arsen, merkuri, dan timbal.

Bahan-bahan berbahaya dari minyak mentah tersebut akan berdampak pada kesehatan pernafasan, pencernaan, dan kulit atau mata. Mereka yang terkena benzene misalnya, akan mengalami pusing atau sakit kepala, mual pingsan, iritasi kulit, dan mata bahkan menyebabkan kanker darah. Sementara yang terpapar toluene, akan merasakan hal yang sama dan jika sampai pada tahap kronis akan mengalami gangguan syaraf pusat.

Hal yang sama juga kalau terkena dampak bahan berbahaya cylene. Untuk yang terpapar arsen, dapat merusak ginjal dan kanker. Sedangkan merkuri akan menyerang tremor atau kerusakan syaraf. Untuk yang terpapar timbal dan tembaga akan mengalami gangguan kerusakan otak, kerusakan liver, dan ginjal.

“Bahkan kalau perempuan jika hamil anak dalam kandungan beresiko cacat,” ucapnya.

Sebagian tanaman pangan yang tumbuh di area tercemar minyak, juga dapat menyerap logam berat. Jika tanaman tersebut dikonsumsi manusia, logam beratnya berpindah kepada tubuh manusia dan memberikan dampak kesehatan.

Dampak minyak mentah bagi kesahatan yang demikian besar, dalam standar kegiatan pengusahaan minyak yang benar, semua pekerja migas harus memperhatikan dan mengenakan alat keselamatan diri. Aspek kesehatan dan lingkungan atau Health, Safety and Enviroment/HSE, merupakan prioritas utama.

“Operator atau penambang ilegal, tidak memakai helm, kacamata masker ataupun sepatu safety. Yang ada malah hanya mengenakan sandal jepit bahkan ada yang sambil merokok dan memakan makanan di lokasi penambangan,” sebutnya.(*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved