Belasan Orang yang Mengubah Dunia pada 2016

Figur lain adalah Jean-Pierre Sauvage, Sir Fraser Stoddart, dan Bernard Feringa yang meraih Nobel Kimia. Ketiganya dianggap berjasa karena menjadi man

Editor: Duanto AS
Nobel Prize
Seremoni penyerahan Nobel 2014 di Stockholm, Rabu (10/12/2014) 

TRIBUNJAMBI.COM - Dari dunia sub-atom hingga jagat pena, tahun 2016 dihiasi oleh figur-figur yang dianggap mengubah dunia. Mereka adalah pemenang nobel yang lewat ketekukannya memprakarsai lahirnya teknologi baru dan perubahan sosial.

David J Thouless dari University of Washington, F Duncan Haldane dari Princeton University, dan J Michael Kosterlitz dari Brown University meneliti perilaku atom materi eksotis yang kini mendasari pembuatan bahan unik yang menghantarkan listrik pada permukaannya tetapi menghambat pada bagian dalamnya.

Fenomena yang dipelajari ketiga ilmuwan yang meraih Nobel Fisika itu disebut topologi. Perilaku atom dalam sebuah materi yang berada dalam kondisi ekstrem, seperti suhu sangat dingin dan sangat panas, bisa sangat aneh. Riset topologi kini menjadi salah satu pemicu pengembangan komputer kuantum.

Figur lain adalah Jean-Pierre Sauvage, Sir Fraser Stoddart, dan Bernard Feringa yang meraih Nobel Kimia. Ketiganya dianggap berjasa karena menjadi manusia pertama yang berhasil membuat motor terkecil. Motor itu tidak melintasi jalan raya, tetapi berjalan di sirkuit pembuluh darah dan jaringan saraf manusia.

Motor terkecil itu memungkinkan Jerman saat ini untuk mengembangkan senyawa anti-kanker combretastatin A-4 yang mampu bekerja tepat pada targetnya, tanpa efek samping merusak sel sehat. Dengan motor terkecil itu, obat masa depan punya penghantar untuk menuju bagian tubuh yang jadi target sehingga lebih tepat sasaran.

Sementara itu, Yoshinori Ohsumi dari Jepang meraih Nobel Kedokteran. Dia dianggap turut mengubah dunia krena temuannya soal autophagy, mekanisme sel untuk menghancurkan dan mendaur ulang dirinya sendiri. Proses ini penting. Jika tak berjalan lancar, manusia bisa menderita diabetes.

Di luar bidang sains, ada Bob Dylan yang lagu-lahunya dikenal luas dan berhasil meraih Nobel Sastra. Pemberian nobel kepadanya menuai perdebatan. Hingga saat ini, Dylan tak bersedia menerima nobel tersebut. Dalam bidang ekonomi, Oliver Hart dan Bengt Holmström dianggap berjasa karena kontribusinya dalam teori kontrak.

Juan Manuel Santos, jurnalis dan kini presiden Kolombia dianggap turut mengubah dunia karena perannya mengakhiri perang sipil selama 50 tahun yang merenggut setidaknya 220.000 nyawa. Tahun ini, ia dianugerahi Nobel Perdamaian.

Antara 5 - 12 Desember ini, para penerima Nobel, kecuali Bob Dylan, akan ke Oslo untuk menerima nobel secara resmi. Dalam acara "Nobel Week", sejumlah diskusi yang bisa disaksikan secara langsung lewat Youtube akan digelar.

Salah satu diskusi bertajuk "Your Plate – Our Planet: The Future of Food" akan digelar Jumat (9/12/2016). Diskusi itu akan membahas masa depan pangan di tengah tantangan populasi serta perubahan lingkungan yang terjadi di Bumi. (Yunanto Wiji Utomo)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved