BPJS Kesehatan Defisit Rp 350 Miliar

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA- Defisit neraca keuangan BPJS Kesehatan pada akhir tahun bisa makin lebar.Per

Editor: ridwan
KONTAN/FRANSISKUS SIMBOLON

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA- Defisit neraca keuangan BPJS Kesehatan pada akhir tahun bisa makin lebar.Per Oktober 2016, BPJS Kesehatan tercatat masih defisit Rp 350 miliar.

Kepala Departemen Komunikasi dan Humas BPJS Kesehatan Irfan Humaidi merinci, per Oktober 2016 pendapatan iuran Rp 56,3 triliun. Sementara biaya manfaat dikeluarkan BPJS Kesehatan mencapai Rp 56,65 triliun.

Artinya BPJS Kesehatan masih defisit Rp 350 miliar. Angka ini belum final dan akan terus bergerak. "Pendapatan iuran dan pembayaran manfaat akan selalu dinamis. Sebab masih banyak rumah sakit belum menagih," terang Irfan, Rabu (7/12).

Hingga akhir tahun BPJS Kesehatan belum dapat memastikan total ketidaksesuaian antara pendapatan iuran dengan pembayaran manfaat. Yang jelas, BPJS Kesehatan tetap mempertahankan cashflow untuk membayar tagihan. Cash flow tidak hanya berasal dari iuran tapi juga dari investasi dan sumber dana lain.

Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menuturkan, jaminan kecelakaan kerja merupakan program yang memberikan perlindungan kepada peserta Asabri aktif yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar pemerintah terhadap kecelakaan yang dialaminya.

BPJS Kesehatan bertindak sebagai penjamin pertama terhadap kasus yang diduga kasus kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja "Peserta Asabri merupakan peserta JKN-KIS telah menjadi peserta karena merupakan peserta eks Askes, " ujar Fachmi.

Di sisi lain upaya mendongkrak jumlah peserta terus dilakukan. Ada lima cara ditempuh. Pertama, implementasi kepatuhan segmen peserta penerima upah (PPU). Kedua, sosialisasi dan edukasi khususnya untuk segmen peserta bukan penerima upah (PBPU) dan penerima upah.

Ketiga, advokasi kepada pemerintah daerah untuk mengintegrasikan Jamkesda ke Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS). Keempat, memperluas jaringan pendaftaran dan pembayaran. Terakhir, melakukan kader percontohan JKN KIS.

Per 1 Desember 2016 total peserta BPJS Kesehatan mencapai 171,04 juta. Angka ini masih jauh dari target peserta akhir tahun sebesar 183 juta.

Demi menggenjot target peserta, BPJS Kesehatan juga akan mewujudkan universal health coverage. Jelang tutup tahun, BPJS Kesehatan bersinergi dengan PT Asabri dalam hal penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kecelakaan kerja. (Dina Farisah)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved