Dua Desa Gugat Pilkades, Cakades Kerinci Was-was

Sedangkan mengenai gugatan dari hasil Pilkades, kata Adli, saat ini dua desa yang tidak menerima hasil pemungutan suara dan mengajukan gugatan

Dua Desa Gugat Pilkades, Cakades Kerinci Was-was
TRIBUNJAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
Sebanyak 40 desa di Kabupaten Kerinci menggelar Pemilihan Kepala desa (Pilkades) pada hari ini (19/11). 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Pasca Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di 40 desa yang dilaksanakan 19 November 2016 lalu. Dua desa mengajukan gugatan terhadap hasil pemungutan suara. Para Cakades melaporkan hal yang menurut mereka mepanggar aturan Pilkades.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Pemerintahan Desa dan Keluarga Berencana (BPMPPPD-KB) Kabupaten Kerinci, H. Adli, membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, hingga saat ini masih ada beberapa desa yang belum menyerahkan laporan hasil Pilkadesnya kepada BPMPPPD-KB.

"Sebenarnya sesuai dengan rencana pelantikan 5 Desember ini, tapi karena masih banyak yang belum menyampaikan laporan pemenangnya, seperti di kecamatan Batang Merangin 1 desa belum menyerahkan. Maka kita tunda 5 Januari untuk pelantikan," ungkapnya kepada Tribun akhir pekan kemarin.

Atas hal itu dan pertimbangan maka pihaknya mengikuti aturan tersebut. Sebab pengelolaan Dana Desa dan ADD nantinya akan jelas laporannya jika pelantikan dilaksanakan Januari 2017 mendatang. "Pertimbangan saya, bisa jelas soal dana desa, jadi pas Januari Kades baru mengelola dana desa tahun 2017," tambahnya.

Sedangkan mengenai gugatan dari hasil Pilkades, kata Adli, saat ini dua desa yang tidak menerima hasil pemungutan suara dan mengajukan gugatan kepada Badan Permusyarawatan Desa (BPD).

"Saat ini ada dua desa melapor gugatan di Desa Siulak Kecil Mudik dan desa Sungai Deras. Kalau untuk prosesnya diselesaikan BPD kalau tidak bisa selesai dibawa ke kecamatan selanjut baru diselesaikan oleh tim kabupaten," terangnya.

Ditanya soal gugatan yang diajukan, kata Adli, para penggugat menyampaikan keberatan atan adanya dugaan politik uang (money politic ), kemudian ada juga pemilihan dibawah umur dan tidak berdomisili di desa tersebut. "Jadi untuk batas penyelesainya, paling lambat tanggal 21 Januari," tandasnya.

Lambatnya pelantikan 40 Cakades terpilih dalam pemilihan 19 November lalu membuat rasa khawatir para Cakades pemenang suara. Seorang Cakades terpilih di Kecamatan Setinjau Laut mengakui hal ini. Menurut Cakades pemenang, harusnya ditetapkan sebagai Cakades terpilih oleh bupati akhir tahun ini. Sebab pada Januari 2017 nanti sudah bisa bekerja sesuai visi-misi.

"Harusnya persoalan di dua desa itu cepat ditangani, jadi sesuai skedul penetapan kades terpilih. Kita tidak perlu menunggu tahun depan," kata salah seorang Cakades. (Hdp)

Penulis: hendri dede
Editor: deddy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved