EDITORIAL
Membenahi Kualitas Guru
UNSUR penting dalam dunia pendidikan, utamanya dalam pendidikan formal, adalah guru itu sendiri. Guru sebagai sosok yang bukan cuma mengajar, tapi...
UNSUR penting dalam dunia pendidikan, utamanya dalam pendidikan formal, adalah guru itu sendiri. Guru sebagai sosok yang bukan cuma mengajar, tapi juga mendidik bahkan bisa turut membentuk sosok anak didiknya.
Oleh karena itu, adalah keniscayaan bahwa seorang guru haruslah sosok mumpuni. Pribadi mumpuni lagi paripurna terlepas bahwa setiap individu tetaplah memiliki kelemahan juga kekurangan.
Namun apa yang dibeber Dinas Pendidikan Kota Jambi pada upacara peringatan Hari Guru, Senin (28/11) cukup mengejutkan. Sekira enam puluh persen guru di Kota Jambi nilainya masih di bawah standar ketentuan. Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) menguak bahwa sekitar 60 persen guru yang mengikuti uji itu nilanya dibawah 5,6. Artinya, dibawah standar.
Walhasil, para guru yang tak sesuai standar itu harus
mengikuti UKG ulang. Bahkan, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Jambi, Arman bilang kondisi itu tak hanya terjadi di Kota Jambi. Melainkan fenomena yang menasional, artinya terjadi di seluruh Indonesia.
Data Dinas Pendidikan Kota Jambi, terdapat 1.853 orang guru PNS dan 1.479 non-PNS di tingkat SD. Adapun di tingkat SMP, ada 1.105 orang PNS dan 501 orang non-PNS. Dari jumlah itu, jumlah guru yang sudah mendapatkan sertifikasi ada 1.802 guru SD dan 1.031 guru SMP.
Uji kompetensi adalah bagian dari sistem untuk meningkatkan kualitas guru. Maka, makin berkompeten para guru akan berpengaruh pada kualitas siswa.
Tanpa menegasikan, masih ada guru-guru yang bergaji kecil yang jelas guru tetap dituntut untuk cakap, profesional. Dinas Pendidikan harus mampu menaikkan kualitas tersebut dengan serangkaian kebijakan dan program. (*)