Harga Sawit Petani Dipotong 5 Persen

Para petani sawit yang berada di Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Bathin VIII, Sarolangun

Harga Sawit Petani Dipotong 5 Persen
TRIBUN JAMBI/MUZAKKIR

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Para petani sawit yang berada di Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Bathin VIII, Sarolangun merasa dirugikan. Pasalnya tandan buah segar yang mereka jual ke perusahaan dipotong sebesar 5 persen.

Mereka merasa sangat terzalimi, pasalnya perusahaan pengolahan kelapa sawit ini diduga semena-mena melakukan pemotongan harga TBS yang dijual.

Seperti yang diungkapkan M Akmal (27), warga Aurgading, Sarolangun. Dia mengatakan, perusahaan yang bekerja sama dengan petani telah semena-mena melakukan pemotongan harga TBS.

“PT sekendak-kendaknyo motong hargo sawit yang kami jual. Kato orang pabrik tu persenan," ujar Akmal, Minggu (27/11).

Menurutnya, pemotongan yang dilakukan perusahaan terlalu besar, mencapai 5 persen dari harga perkilo TBS yang ditimbang. Sementara harga jual sawit di pabrik tersebut hanya Rp 1.465 perkilo.

”Yo motong hargonyo tanpa alasan yang jelas, jugo dari koperasi kami dak dapat pemberitahuan sebelumnyo,” ujar Akmal.

”Potongan 5 persen itu minggu kemarin diterapkan. Kami terpaksa menjual kesitu, karena sudah kepalang sampe lokasi pabriknya,” ujar Akmal.

Senada Juhri (36), warga Dusun Baru, Sarolangun juga menyesalkan hal itu. Menurutnya boleh saja melakukan pemotongan namun harus ada alasan untuk apa, dan harus melihat kondisi.

”Hari hujan seperti ini kita kan susah mendapatkan hasil panen yang maksimal, jadi sudah lah kita panen sedikit, dipotong lagi dengan potongan cukup besar. Kalau begini sama saja dengan menyengsarakan kita petani,” cetus Juhri.

Juhri menuding banyak 'permainan' yang dilakukan PT untuk membodohi para petani.  “Jadi mereka itu membuat kita seakan-akan bodoh,” sungutnya.

Lain Juhri, lain pula permasalahan yang diungkapkan oleh Syamsudin yang berdomisili di Desa Bernai. Pria paruh baya ini malah mengeluhkan timbangan yang ada di perusahaan.

”Timbangan mereka tidak pernah ketemu dengan sawit yang kami timbang,” ungkapnya.

Tidak ketemu yang dimaksudkan, jelas Syamsudin, misalnya berat dari TBS yang ditimbang ketika dimuat dalam truk pengangkut mencapai 5 Ton. Tetapi ketika sampai di pabrik dan ditimbang ulang, kurangnya sangat jauh.

Halaman
12
Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved