EDITORIAL

Waspada Banjir

Banjir yang merendam ribuan rumah juga terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Hal ini membuat aktivitas masyarakat jadi terganggu.

Editor: Duanto AS

BULAN November ini, intensitas turunnya hujan semakin sering. Cuaca ekstrem sering terjadi. Hujan juga tak tentu kapan turun. Bahkan, hujan turun bisa seharian. Akibat seringnya terjadi hujan, di Kota Jambi dan daerah-daerah sekitarnya terjadi banjir. Bahkan permukaan air Sungai Batanghari terus meningkat. Di Kota Jambi, banjir sudah merendam beberapa wilayah. Walau belum terlalu besar.

Sementara, di beberapa kabupaten dalam Provinsi Jambi juga sudah mulai timbul banjir.
Tak hanya rumah warga, ratusan hektare lahan warga pun ikut terkena dampaknya. Beberapa desa di Merangin sudah merasakan dampak dari cuaca ekstrem. Banjir maupun tanah longsor.

Di sepanjang pinggir Sungai Batang Tabir sudah banyak desa yang mengalami banjir. Terutama di Kecamatan Tabir dan Tabir Ilir. Lebih 100 rumah terendam selama empat hari terakhir.

Banjir yang merendam ribuan rumah juga terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Hal ini membuat aktivitas masyarakat jadi terganggu. Data dari Badan Penanggulangan Bencana dan Kebakaran (BPBK) Kabupaten Tanjung Jabung Barat, banjir yang terjadi sejak 9 - 18 November 2016 lalu merendam 1.086 rumah.

Di Kecamatan Batang Asam ada 132 rumah yang terendam, Kecamatan Merlung dan Tungkal Ulu 421 rumah, dan di Kecamatan Merlung, Tungkal Ulu serta Betara ada 533 rumah yang terendam.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah mengingatkan masyarakat Jambi terhadap dampak dari cuaca hujan yang terus menerus akan terjadi hingga 24 November ini.

Hujan yang intens ini diharapkan oleh BMKG melalui rilisnya diwaspadai. Terutama banjir dan longsor di wilayah Kabupaten Bungo di daerah Rantau Pandan, Lubuk Pauh, Tebing Tinggi dan sekitarnya.

Selain itu juga Kabupaten Merangin di daerah Kotarami, Muarasiau, Pulaurengas dan sekitarnya. Terakhir di Kabupaten Sarolangun yang mencakup Pulau Pandan, Cermin nan Gadang dan sekitarnya.

Terkait potensi hujan sendiri BMKG membagi tiga wilayah Jambi terkait karakter hujannya. Wilayah Jambi bagian Barat seperti Kabupaten Merangin, Sarolangun dan Batanghari akan berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat. Hujan ini dapat meluas ke Kota Jambi dan Muarojambi. Pada wilayah ini umumnya hujan terjadi pada malam hari.

Saat ini Sungai Batanghari dalam kategori waspada dengan volume 12.30 M. Dampak dari banjir ini pasti banyak. Yang paling mengancam, penyakit Demam berdarah dengue (DBD) dan diare. Ini harus diwaspadai masyarakat. Apalagi, penyakit ini terjadi karena lingkungan yang kurang sehat. Masyarakat yang tinggal di dekat sungai, juga harus waspada dengan banjir. Bisa saja, bahaya mengancam. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved