Waspadai DBD dan Diare Mengancam Dua Kecamatan yang Tergenang Banjir 

Cuaca ekstrem terus terjadi belakangan ini. Beberapa desa di Merangin sudah merasakan dampaknya. Baik berupa banjir maupun tanah longsor

Waspadai DBD dan Diare Mengancam Dua Kecamatan yang Tergenang Banjir 
TRIBUN JAMBI/HERI PRIHARTONO
Ilustrasi pasien DBD 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muhlisin

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Cuaca ekstrem terus terjadi belakangan ini. Beberapa desa di Merangin sudah merasakan dampaknya. Baik berupa banjir maupun tanah longsor.

Kepala Dinas Kesehatan Merangin, dr H Solahuddin, mengingatkan soal penyakit ikutan banjir. Dua yang menurutnya paling mengancam. Demam berdarah dengue (DBD) dan diare.

Keduanya menurut Solahudin harus sangat diwaspadai. Karena DBD dan diare sangat rentan meluas selama dan paska banjir. Diakibatkan lingkungan yang tidak sehat.

"Kalau sekarang normal. DBD maupun diare. Tidak ada KLB (kejadian luar biasa). Yang dikhawatirkan itu selama dan paska banjir," ujar Solahudin, Selasa (22/11).

Kedua penyakit ini penyebab awalnya relatif sama. Lingkungan yang tidak sehat. Lalu menjadi tempat berkembang yang sempurna untuk nyamuk.

"Kita cek terus ni tiap minggunya. Belum ada peningkatan. Alhamdulillah. Tapi lan harus kita waspadai sama-sama," tambahnya lagi.

Di sepanjang pinggir Sungai Batang Tabir sudah banyak desa yang mengalami banjir. Terutama di Kecamatan Tabir dan Tabir Ilir. Lebih 100 rumah terendam selama empat hari terakhir.

Parahnya tak ada bantuan dari BPBD Pemkab Merangin. Hal itu disampaikan beberapa pihak terkait di desa-desa yang kena banjir.

"Belum ada bantuan sampai ke sini  Bahkan belum ada petugas dari pemda yang datang," ujar Kepala Desa Rantau Limau Manis Kecamatan Tabir Ilir, Bunyamin.

Penulis: muhlisin
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved