Petani Keramba Keluhkan Harga Pakan

Sejumlah petani ikan keramba apung yang berada di Kabupaten Kerinci kesulitan mendapatkan pakan ikan.

Petani Keramba Keluhkan Harga Pakan
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Sejumlah petani ikan keramba apung yang berada di Kabupaten Kerinci kesulitan mendapatkan pakan ikan. Pasalnya harga pakan yang mahal menjadi kendala dari para nelayan.  Bahkan beberapa petani keramba di Kerinci ada yang gulung tikar. Seperti yang terjadi di Desa Koto Petai, Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci.

Pantauan di Danau Koto Petai (18/11) kemarin terlihat keramba milik pribadi yang telah ditinggal oleh pemiliknya sedangkan kerambah yang bertahan hanya milik kelompok tani. Darul, salah seorang warga Koto Petai, mengatakan bahwa kerambah apung di Danau Kerinci sudah tidak menjanjikan lagi, hal tersebut disebabkan karena harga pakan yang mahal.

"Sakarang beli pakan dengan hasil produksi yang kita dapat itu tidak seimbang, malah merugi, makanya warga malas untuk membuat kerambah lagi," katanya (18/11) kemarin.

Darul bilang sudah banyak yang gulur tikar akibat sulitnya mencari pakan dan mahalnya harga pakan ikan yang tak seimbang dengan hasil yang diperoleh. "Yang masih ada hanya keramba milik kelompok saja yang masih ada sedangkan yang milik pribadi sudah ditinggal semua ada yang sudah berangkat Malaysia," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kerinci, Safruddin mengakui mahalnya harga pakan menjadi kendala nelayan untuk mengelola keramba ikan.

"Memang pakan menjadi masalah dari pemilik kerambah di Kerinci, karena harganya mahal, sehingga tidak seimbang dengan produksinya," jelasnya.

Terkait hal tersebut, pihaknya akan mengusulkan kepada Kementerian Perikanan RI untuk membantu pengolahan pakan organik agar warga tidak mengeluarkan biaya yang besar untuk membeli pakan.

"Kita rencanakan akan membangun semacam pabrik pakan mini lah, mudah-mudahan tahun 2017 bisa dilaksanakan. Kita harapkan harga pakan bisa Rp 6 ribu per kilogramnya, tidak seperti sekarang harganya Rp 10 ribu," sebutnya.

Menurutnya, jika pakan ikan tersebut bisa dibuat di Kerinci, akan meningkatkan produksi ikan di Kabupaten Kerinci sehingga tidak menutup kemungkinan bisa diekspor keluar.

"Kalau bahannya sebagian sudah ada di Kerinci, seperti Jerami, Sekam padi," pungkasnya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved