Kapal Senilai Rp 2 Miliar Ditinggalkan Pemiliknya

Sebuah kapal ponton yang ditaksir senilai Rp 2 miliar telah dua tahun tertambat di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Utara.

Kapal Senilai Rp 2 Miliar Ditinggalkan Pemiliknya
KOMPAS.com/SUKOCO
Tugboad Antherine 622 sudah 2 tahun ditambatkan di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (18/11/2016). 

TRIBUNJAMBI.COM -  Sebuah kapal ponton yang ditaksir senilai Rp 2 miliar telah dua tahun tertambat di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Utara.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tunon Taka Agus Subagyo mengatakan, tugboat dengan nama Antherine 622 tersebut telah tertambat sejak dia bertugas di Pelabuhan Tunon Taka pada awal tahun 2015.

"Saya pindah di sini satu tahun 10 bulan, kapal itu sudah sandar di pelabuhan," kata Agus, Jumat (18/11/2016).

Pada Desember 2015, KSOP Tunon Taka telah melayangkan surat peringatan kepada PT Bahtera Nusantara Bahari selaku pemilik kapal untuk memindahkan kapal dengan nomor lambung GT73NO3723/BC itu dari dermaga Pelabuhan Tunon Taka karena dapat mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan.

Karena tidak ada tanggapan, KSOP memberikan surat peringatan pada 30 Maret 2016. Namun, sampai kini pemilik kapal tidak merespons.

"Ditelepon pun enggak pernah diangkat. Sekali pernah diangkat, tapi sampai sekarang sudah sulit dihubungi," kata Agus.

Dari surat izin berlaar yang diterima KSOP Tunon Taka, kapal itu berangkat dari Pelabuhan Marunda, Jakarta, pada 7 November 2014. Kapal bersandar di Pelabuhan Tunon Taka pada 23 November 2014.

Dari keterangan nakhoda, kapal itu rencananya akan digunakan untuk menarik ponton yang kandas di Sungai Sebuku.

Namun, karena suatu hal, upaya penarikan ponton menggunakan tugboatdibatalkan. Nakhoda meminta izin untuk bersandar di Pelabuhan Tunon Taka.

Selama berbulan-bulan, anak buah kapal (ABK) yang menunggui kapal tersebut mengaku bosan dan hendak meninggalkan kapal. Namun, Agus melarangnya karena keberadaan kapal menjadi tanggung jawab ABK tersebut.

"Sampai akhirnya dia bosan dan pergi tanpa memberi tahu kepada KSOP. Kita tidak tahu kapan dia meninggalkan kapal," kata Agus.

Untuk menjaga kelancaran aktivitas pelabuhan, kapal tersebut ditarik dan ditambatkan di bagian kiri Pelabuhan Tunon Taka.

Meski 2 tahun hanya ditambatkan, kapal itu masih dalam kondisi bagus. Hanya beberapa bagian tangga terlihat keropos, tetapi tidak ada kebocoran.

"Ini kan tugboat model lama, jadi bajanya masih bagus. Mungkin masih laku kalau Rp 2 miliar," ujar Roni, salah satu petugas Pelabuhan Tunon Taka.

Editor: rahimin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved