Kamis, 16 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Jangan Remehkan Pancaroba, Ini Kata Dinkes Provinsi Jambi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Shultan Thaha Jambi memprediksi bahwa puncak musim

Penulis: Tommy Kurniawan | Editor: Fifi Suryani

Laporan Wartawan Tribun Jambi. Tommy Kurniawan

TRIBUNJAMBI.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  Shultan Thaha Jambi memprediksi bahwa puncak musim hujan terjadi pada Bulan November ini hingga di Bulan Desember mendatang. Pergantian musim ini sendiri berdampak terhadap kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Andi Pada menjelaskan, beberapa penyakit sangat mudah diserang oleh manusia ketika musim pancaroba, diantaranya filek, demam, batuk, diare dan masih banyak lagi.

"Karena pergantian cuaca tidak menentu, berbagai wabah penyakit dari yang ringan hingga yang berat bisa berpotensi muncul," kata dia.

Menurut dia, cuaca yang tidak menentu pada umumnya dapat memicu daya tahan tubuh melemah karena sulit beradabtasi. Dengan demikian wabah penyakit dengan mudah menyerang tubuh seseorang.

"Beberapa hari ini cuaca tidak menentu, kadang panas terik, tiba-tiba hujan. Jadinya tubuh dipaksa harus mengikuti perubahan suhu yang cepat," katanya.

Ia mengingatkan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan selama terjadi cuaca ekstrem yang melanda di Provinsi Jambi, mengingat dengan cuaca seperti ini curah hujan semakin tinggi dan bisa membuat warga terserang penyakit.

"Musim hujan ini banyak terjadi genangan air dan bisa menjadi sarang nyamuk yang bisa menimbulkan penyakit disebarkan oleh nyamuk itu seperti demam berdarah dengue," kata Andi Pada.

Selain itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati mengonsumsi makanan terutama makanan pedas, asam dan berminyak.

Penyebab diare pada orang dewasa dan anak-anak umumnya adalah infeksi usus, karena mengonsumsi makanan atau minuman yang kotor dan telah terkontaminasi. Karena itu, dia masyarakat tidak meremehkan diare meski sepele, mengingat proporsi kematian akibat diare di Indonesia mencapai sekitar 3,5 persen untuk orang dewasa.

"Ini membuat diare menduduki peringkat ke-13 dalam penyebab kematian semua umur," katanya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved