Gereja Dilempari Bom

Bom di Samarinda, Kapolresta: Jambi Status Siaga

Terkait ledakan bom molotov yang dilempar ke arah depan Gereja Oikumene, Sengkotek, Loa Janan, Samarinda,

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI/RIAN AIDILFI AFRIANDI
Kapolresta Jambi, Kombes Pol Bernard Sibarani mengatakan, 35 ekor trenggiling yang dimuat dalam mobil avanza nopol B 3471 AG akan dibawa ke wilayah Medan, Sumatera Utara, Rabu (2/11). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terkait ledakan bom molotov yang dilempar ke arah depan Gereja Oikumene, Sengkotek, Loa Janan, Samarinda, Minggu (13/11) lalu, membuat seluruh daerah di Indonesia menetapkan status waspada.

Dari kejadian di Samarinda, sebanyak empat anak yang sedang bermain di teras gereja menjadi korban. Mereka menderita luka bakar akibat tersambar api dari bom molotov. Tak ingin kejadian ini dialami warga Kota Jambi, pihak kepolisian di Kota Jambi khususnya juga menetapkan status waspada.

 Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kapolresta Jambi, Kombes Pol Bernard Sibarani.

"Kota Jambi sejauh ini aman. Tapi statusnya waspada, ya. Kita tak bisa ngomong aman," ujar Bernard kepada wartawan saat dijumpai di Mako Satbrimobda Jambi, Senin (14/11).

Bernard bilang, ada beberapa titik yang nantinya akan menjadi perhatian pihaknya. Diantaranya adalah objek vital bandara. Lalu gereja yang berada di Kawasan Aurduri.

"Kita tempatkan personel. Selama ini terus jalan pengamanannya," ujarnya lagi.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan beribadah dengan khusyu. Apabila menemukan hal yang mencurigakan cepat melaporkan kepolisian biar langsung diamakan.

"Yang penting tenang saja. Kalimantan yang heboh, kita gak perlu repot. Saya yakin, masyarakat Kota Jambi mau melaporkan tindak yang mencurigakan kepada kepolisian," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved