Gereja Dilempari Bom
Bom di Samarinda, Kapolresta: Jambi Status Siaga
Terkait ledakan bom molotov yang dilempar ke arah depan Gereja Oikumene, Sengkotek, Loa Janan, Samarinda,
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Fifi Suryani
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terkait ledakan bom molotov yang dilempar ke arah depan Gereja Oikumene, Sengkotek, Loa Janan, Samarinda, Minggu (13/11) lalu, membuat seluruh daerah di Indonesia menetapkan status waspada.
Dari kejadian di Samarinda, sebanyak empat anak yang sedang bermain di teras gereja menjadi korban. Mereka menderita luka bakar akibat tersambar api dari bom molotov. Tak ingin kejadian ini dialami warga Kota Jambi, pihak kepolisian di Kota Jambi khususnya juga menetapkan status waspada.
Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kapolresta Jambi, Kombes Pol Bernard Sibarani.
"Kota Jambi sejauh ini aman. Tapi statusnya waspada, ya. Kita tak bisa ngomong aman," ujar Bernard kepada wartawan saat dijumpai di Mako Satbrimobda Jambi, Senin (14/11).
Bernard bilang, ada beberapa titik yang nantinya akan menjadi perhatian pihaknya. Diantaranya adalah objek vital bandara. Lalu gereja yang berada di Kawasan Aurduri.
"Kita tempatkan personel. Selama ini terus jalan pengamanannya," ujarnya lagi.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan beribadah dengan khusyu. Apabila menemukan hal yang mencurigakan cepat melaporkan kepolisian biar langsung diamakan.
"Yang penting tenang saja. Kalimantan yang heboh, kita gak perlu repot. Saya yakin, masyarakat Kota Jambi mau melaporkan tindak yang mencurigakan kepada kepolisian," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/kapolresta-jambi-kombes-pol-bernard-sibarani-trenggiling_20161102_153731.jpg)