Trenggiling, Mamalia yang Paling Banyak Diperdagangkan
Kedelapan spesiesnya adalah sasaran sumber daging dan digunakan dalam obat-obatan tradisional Cina.
TRIBUNJAMBI.COM - Trenggiling adalah binatang mamalia yang paling sering diperdagangkan. Kini, akhirnya hewan tersebut mendapat perlindungan. Seorang fotografer menangkap keadaan buruknya dalam beberapa foto di bawah ini.
Trenggiling dikatakan sebagai binatang mamalia yang paling sering diperdagangkan di dunia.
Kedelapan spesiesnya adalah sasaran sumber daging dan digunakan dalam obat-obatan tradisional Cina.
Pada rapat CITES (Konvensi Perdagangan Internasional Tumbuhan dan Satwa Liar Spesies Terancam Punah) di Afrika Selatan pada September 2016, hewan ini telah menerima perlindungan ekstra terhadap perdagangan illegal.
Seorang fotografer margasatwa, Paul Hilton, ingin menangkap kondisi buruk satwa tersebut.
Dia telah memenangkan kompetisi Fotografer Margasatwa Tahun Ini dalam kategori foto jurnalistik dalam foto-fotonya yang bertajuk "The Pangolin Pit."
Foto di atas memperlihatkan sekitar 4.000 ekor trenggiling yang mati dan dibekukan, dengan berat total lima ton.
Penyitaan ini diyakini sebagai kasus penyitaan hewan tersebut yang terbesar selama ini.
Selain trenggiling yang mati, juga ada 96 ekor yang masih hidup, dibiarkan hidup karena ukuran mereka.
Pemberian pakan secara paksa dapat membuat ukuran tubuh mereka lebih besar dan lebih bernilai bagi para pemburu gelap.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Bernard Sibarani mengatakan, 35 ekor trenggiling yang dimuat dalam mobil avanza nopol B 3471 AG akan dibawa ke wilayah Medan, Sumatera Utara, Rabu (2/11).
Trenggiling yang mati kemudian dibakar, sedangkan yang masih hidup dilepas ke hutan setempat.
"Kejahatan margasatwa adalah bisnis besar," kata Hilton. "Ini hanya akan berhenti ketika permintaan berhenti."
Lihat foto-foto karya Hilton terkait perburuan Trenggiling di sini.
(BBC Indonesia)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/01112016_trenggiling_20161101_203324.jpg)
