Minggu, 12 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Kisah Monika, Pilot Cantik yang Bisa "Nyopir" Airbus A320

Monika yang sekarang sudah menjadi Captain Pilot di maskapai Indonesia AirAsia ini mempunyai kisah yang luar biasa dalam membangun airmanship.

Editor: Duanto AS
Foto; Gatot R/ Angkasa 

TRIBUNJAMBI.COM - Hanya sedikit perempuan yang menjadi pilot, dan lebih sedikit lagi perempuan pilot yang menulis buku! Dengan demikian, perempuan tersebut pasti istimewa. Itulah kira-kira yang diucapkan Marsekal (Purn) Chappy Hakim saat memberi sambutan dalam peluncuran buku ini, Senin (08/11/2016).

Buku yang berjudul: Burung Besi Monika, Kisah Pilot Perempuan dengan Semangat Tiga Kali Lipat Pilot Pria ini memang ditulis langsung oleh pilot perempuan bernama Monika Anggraeni.

Monika yang sekarang sudah menjadi Captain Pilot di maskapai Indonesia AirAsia ini mempunyai kisah yang luar biasa dalam membangun airmanship. Bagaimana tidak, pilot sebenarnya bukanlah cita-citanya dari kecil. Itu adalah cita-cita sang Ayah untuk si sulung dari dua bersaudara yang semuanya perempuan ini.

Dan ketika Monika pada akhirnya sudah menyelesaikan pendidikan penerbang, dia harus dihadapkan kerasnya hidup di dunia penerbangan. Selama 8 tahun ijazah Commercial Pilot Licence (CPL)-nya “dianggurkan”. Bisnis penerbangan di Tanah Air saat itu (era 1998) sedang drop. Tidak ada kesempatan bagi pilot ab initio untuk bergabung di maskapai penerbangan. Dan selama rentang waktu itulah Monika harus terus menjaga dan memelihara bara api airmanship dalam setiap degupan jantungnya.

Selama 4 tahun pertama, Monika masih tertolong karena masih bisa berlatih terbang 5-10 jam per 6 bulan di eks sekolahnya yaitu Juanda Flying School. Namun memasuki 4 tahun kedua, fasilitas tersebut tidak diperolehnya lagi. Padahal Monika harus tetap memelihara fisik dan mentalnya untuk menghadapi medical check pilot tiap 6 bulan.

Dan sekarang, di usia yang baru 41 tahun, Monika sudah menjadi Captain Pilot dengan 4 bar di lengan bajunya, untuk pesawat bermesin jet tipe Airbus A320. Captain pilot adalah pencapaian tertinggi bagi seorang pilot.

Perjuangan keras inilah yang mungkin patut ditiru. Tidak saja oleh kaum hawa, tapi juga setiap orang dalam menghadapi kerasnya hidup.

Dan seperti kata Maman Suherman, penulis buku yang menjadi pembanding di acara bedah buku ini, Monika sudah bisa melepas stigma 4 P (Peraduan, Pinggan, Pigura dan Pergaulan) bagi perempuan. Monika justru bisa menjadi satu P baru yaitu Pilar di masyarakat.(Gara/Angkasa.co.id)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved