Pengaduan Dugaan Penyalahgunaan Dana BOS di Batanghari

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Pengunjuk rasa yang tergabung dalam LSM LP3I , datangi kantor Dinas

Laporan Wartawan Tribun jambi Suci Rahayu
TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Pengunjuk rasa yang tergabung dalam LSM LP3I , datangi kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batanghari, pada Selasa (8/11) sekira pukul 14.30.

Mereka menuntut transparansi sistem pengelolaan dan pengawasan dana bos, serta kinerja kepala sekolah.
Pendemo disambut 200 an guru yang tergabung dalam organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) kabupaten Batanghari di halaman kantor dinas.

Ketua PGRI Batanghari, Suhaimi Havis menanggapi tuntutan pendemo mengatakan jika pihak sekolah sangat resah dengan beberapa oknum yang mengatas namakan elemen masyarakat.

"Dalam menjalan kan tugas, kami butuh ketenangan. Kami juga sudah bekerja sesuai Juknis, mulai dari sosialisasi sampai mengundang komite sebelum menggunakan rana," katanya.

Dijelaskannya, berkumpulnya guru dan kepsek di dinas ini merupakan bentuk dari solidaritas PGRI terhadap dua sekolah yakni SMKN 2 dan SD 186, yang dilaporkan elemen masyarakat ke kejaksaan Negeri Muara Bulian dengan pengaduan dugaan penyalahgunaan dana BOS.

"Kami sudah benar bekerja, tetap juga dicari-cari kesalahannya. Jika memang terbukti bersalah, kami siap mundur dari tugas kami sebagai Kepsek," tegasnya.

Terpisah, Plt Kadis PDK, Jamilah menghimbau seluruh Guru dan Kepsek di lingkup Batanghari agar bekerja secara Profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Ini aksi solidaritas spontan, ini ujian dunia pendidikan. Jika kita bekerja dengan baik, mudah-mudahan semua lancar," katanya singkat. (Sra

Penulis: suci
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved