Pemeriksaan Dahlan Iskan Tiba-tiba Dihentikan, Kenapa?

Dahlan Iskan yang diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi aset PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kejati Jatim, terpaksa dihentikan,

Pemeriksaan Dahlan Iskan Tiba-tiba Dihentikan, Kenapa?
SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
LAMBAIKAN TANGAN - Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan usai menjalani pemeriksaan terkait penjualan aset PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kejati Jatim, Senin (24/10). Pemeriksaan ke-4 itu Dahlan mendapat 25 pertanyaan dan statusnya masih sebagai saksi. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ 

TRIBUNJAMBI.COM - Dahlan Iskan yang diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi aset PT Panca Wira Usaha (PWU) di Kejati Jatim, terpaksa dihentikan, Selasa (7/11/2016).

Pasalnya, tensi darah mantan Menteri BUMN naik dan berpotensi terserang stroke.

Salah satu tim penasihat hukum Dahlan, Indra Priangkasa, mengungkapkan kliennya menjalani pemeriksaan mulai sekitar pukul 10.00 WIB.

"Baru berjalan 1,5 jam, kami minta penyidik agar klien kami istirahat siang," tuturnya usai pemeriksaan.

Di sela-sela istirahat, dokter yang disediakan kejaksaan memeriksa kondisi Dahlan. Hasilnya, tekanan darah Dahlan mencapai 150 banding 90.

Dokter lantas merekomendasikan agar pemeriksaan mantan Dirut PT PWU istirahat selama 1 jam. "Tapi penyidik mengistirahatkan beliau selama 2 jam," terangnya.

Setelah itu, pemeriksaan mantan Dirut PT PLN dilanjutkan lagi. Baru pemeriksaan berjalan 1 jam, Dahlan mengeluh kepalanya pusing dan sakit di kepala di bagian belakang.

"Dokter pribadi beliau memeriksa, tensi darahnya naik 180 banding 160. Dokter kejaksaan juga memeriksa dan hasilnya sama," ujar Indra.

Kondisi yang ada, dokter merekomendasikan agar pemeriksaan Dahlan dihentikan dan penyidik menuruti. Indra yang mengutip keterangan dokter pribadi Dahlan, bahwa dengan tensi setinggi itu kliennya berpotensi terserang stroke.

"Kami berharap kejaksaan melanjutkan pemeriksaan sampai klien kami betul-betul pulih," ungkapnya.

Halaman
12
Editor: rahimin
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved