300 Anjing Liar di Batanghari Diracun

Sepanjang 2016 sudah 300 ekor anjing liar diracun (dieliminasi). Anjing yang diracun tersebar di berbagai titik

Penulis: Heri Prihartono | Editor: Fifi Suryani
antara
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Heri Prihartono

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sepanjang 2016 sudah 300 ekor anjing liar diracun (dieliminasi). Anjing yang diracun tersebar di berbagai titik penyebaran seperti Muara Bulian,  Tembesi, Mersam, Pemayung dan Bajubang.

Sayangnya  hanya dilakukan di beberapa desa karena keterbatasan anggaran. Ke depan diharapkan di setiap desa dapat dilakukan tindakan terhadap anjing liar yang berpotensi terkena rabies.

Saat ini pemberantasan Rabies program nasional yang terus digalakkan melalui vaksinasi. Rabies berasal dari binatang dari bibit penukaran Hewan Penyebar Rabies (HPR)  dari monyet, anjing dan kucing.

Pemberantasan yang dilakukan Dinas Peternakan Kabupaten Batanghari  dengan memberantas anjing liar dengan meracun  dimulai dari sosialisasi ke masyarakat sekitar.

"Kendala lapangan kalau masyarakat tahu biasanya marah-marah. Saat ini masyarakat sudah mulai sadar seiring banyaknya korban," Kata Plt Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Amir Hasbi.

Validasi data juga akan dilakukan dengan survey dan inventarisasi data anjing di Kabupaten Batanghari, yakni di  kecamatan Maro Sebo Ulu dan Bajubang serta kecamatan Tembesi. Setelah data didapat akan dikaji tim dari provinsi dan pusat kemudian dilakukan tindakan.

Kegiatan ini akan dilakukan selama November ini dan tindakan  pada 2017.  

"Maka kita tahu jumlah tahu mana liar dan mana yang terikat. Tindakan dilakukan dengan vaksinasi agar tidak menyebarkan penyakit rabies," ujarnya lagi.

Eliminasi dikabarkan mendapat larangan dari pusat meskipun belum disampaikan secara resmi, sehingga vaksinasi menjadi solusi yang diberikan.

 Jangka waktu 14 hari setelah menggigit pasien biasanya anjing langsung mati, setelah mengetahui hal ini anjing diharuskan ditangkap guna sampelnya dikirim ke Jambi.

"Cepat kita lakukan tindakan karena vaksinnya sudah ada di Dinas Kesehatan yang tersebar di rumah sakit," sambung Amir.

Dari data yang dihimpun selama 2016 jumlah warga di Kabupaten Batanghari yang  digigit anjing sebanyak 22 orang dan 6  orang setelah dilakukan penelitian  dinyatakan terkena rabies.

"Alhamdulilah tahun ini tidak ada menyebabkan kematian sebab korban  sudah dapat diatasi melalui vaksinasi anti rabies," tambahnya lagi.

Masyarakat diimbau untuk menginformasikan anjing agar terdata untuk divaksin sebelum terjadi hal yang tak diinginkan. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved