Raksasa Penerbangan Boeing dan Airbus Berebut Pasar Tiongkok

TRIBUNJAMBI.COM, ZHUHAI - Raksasa penerbangan Boeing dan Airbus saling berebut dalam memikat pasar

Raksasa Penerbangan Boeing dan Airbus Berebut Pasar Tiongkok
Andri Donnal Putera
Tampak bagian dari pesawat terbaru Garuda Indonesia, Airbus A330-300, yang diresmikan di Hangar 4 GMF-Aeroasia, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (1/2/2016). 

TRIBUNJAMBI.COM, ZHUHAI - Raksasa penerbangan Boeing dan Airbus saling berebut dalam memikat pasar penerbangan China dalam ajang kedirgantaraan di Zhuhai. Ini sejalan persaingan produsen pesawat AS dan Eropa dalam memanfaatkan melonjaknya pasar pesawat terbang di China.

Presiden Airbus China, Eric Chen menyoroti rencana yang dikemukakan pesaingnya tersebut. Menurut dia, langkah yang diambil Boeing selangkah di belakang apa sudah dilakukan Airbus.
"Saya memiliki dua impresi. Pertama, keputusan yang kami buat 10 tahun lalu adalah keputusan benar. Kedua, kami berada di depan kompetitor kami," jelas Chen kemarin.

Adapun Boeing menyatakan telah mengirim 14 unit pesawat seri 787-9 ke China pada 2016 ini. Tak hanya itu, Boeing juga telah kantongi pemesanan dan komitmen terhadap 46 unit lainnya.

China adalah salah satu pusat persaingan utama bagi produsen pesawat. Pasalnya, jumlah masyarakat yang bepergian dengan pesawat terus bertambah pesat.

Dalam proyeksinya yang bertajuk 2016-2035 Global Market Forecast, Airbus menyatakan maskapai-maskapai penerbangan China membutuhkan hampir 6.000 unit pesawat baru senilai 945 miliar dollar AS dalam 20 tahun ke depan.

Adapun Boeing mengestimasikan kebutuhan pesawat baru China mencapai 6.800 unit dengan nilai 1 triliun dollar AS. Untuk memikat pasar Negeri Tirai Bambu tersebut, keduanya gencar menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan China.

Airbus memiliki pusat penyelesaian dan pengiriman pesawat di Tianjin, di mana pekerja memasang sentuhan akhir dan mengaplikasikab cat untuk pesawat yang ditujukan bagi pasar domestik. Airbus juga membeli bagian-bagian pesawat tertentu dari pemasok China.

Sementara itu, Boeing berencana membangun fasilitas produksi bermitra dengan Commercial Aircraft Corp. of China (COMAC) untuk mengecat dan memasang kabin pesawat seri 737. (Sakina Rakhma Diah Setiawan)

Editor: ridwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved