Awas, Jangan Anggap Remeh Flu Karena Komplikasinya Bisa Berbahaya

TRIBUNJAMBI.COM – Masih banyak orang yang menganggap remeh flu karena gejalanya hanya berupa batuk,

TRIBUNJAMBI.COM – Masih banyak orang yang menganggap remeh flu karena gejalanya hanya berupa batuk, pilek, atau demam. Padahal, penyakit ini sangat menular, dan kalau tak awas bisa menyebabkan pelbagai komplikasi yang serius.

Flu di negara empat musim acap kali menjadi masalah tersendiri. Bahkan, angka kematian karena flu di sana masih terbilang tinggi. Sayangnya lagi, di sana pula flu masih dianggap remeh. Nah, di Indonesia sendiri juga tak berbeda jauh. Penderita flu di negara kita sering kali masih melakukan berbagai aktivitas.

Padahal, demi kesembuhannya, sebaiknya penderita flu tidak perlu keluar rumah. Selain agar mendapatkan waktu istirahat yang cukup, mereka juga tak akan menjadi sumber penular flu kepada orang lain di tempat beraktivitas. 

Umumnya, flu akan menyerang seseorang saat tubuhnya sedang lemah atau ringkih. Setiap kali virus flu masuk (apa pun jenis virus flunya), tubuh yang rentan itu akan kalah ketika bertempur melawan virus flu. Maka, yang terjadi setiap kali tercemar (berdekatan dengan orang flu, dalam ruangan ada penderita flu, berada di tempat-tempat umum musim flu), selalu akan terserang flu. 

Nah, yang terpenting kita jangan anggap remeh flu. Sebenarnya, bukan flunya yang berbahaya bagi tubuh. Melainkan komplikasi yang mungkin timbulkannya. Misalnya, infeksi paru-paru, sinusitis, radang telinga tengah (congekan). Itulah bentuk-bentuk komplikasi yang lebih berat dari flunya sendiri. Hal ini akan semakin buruk bila kita membiarkan sistem imum yang lemah.

Lalu, bagaimana dengan obat yang bisa menyembuhkan flu? Selidik punya selidik, ternyata bukan obat yang menyembuhkannya, melainkan tubuh kita sendiri. Bukan pula obat antibiotika. Apa pasalnya? Pemberian antibiotika untuk kasus flu dianggap mubazir, karena dianggap tak ada gunanya. Sebab virus flu tidak akan mati oleh antibiotika manapun. Selain pemborosan, tubuh hanya memikul efek samping dari antibiotika tersebut.

Sumber : sehat itu murah

Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved