Pegawai Dinkes Kerinci Ramai-ramai Datang Kejari

Sejumlah pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci mendadak mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri

Pegawai Dinkes Kerinci Ramai-ramai Datang Kejari
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Sejumlah pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci mendadak mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Selasa (1/10/16). Kedatangan itu terkait penyidik Reskrimsus Polres Kerinci melimpahkan tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Puskesmas Bukit Kerman, Ta'oo Gulo ke Kejari Sungai Penuh.

Pantauan Tribun di Gedung Kejari Sungai Penuh tampak sejumlah rekan kerja tersangka datang ke Kejari Sungaipenuh untuk memberi dukungan. Juga ada kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Amzal Rabit, mengenakan baju dinas Kadis Dinkes datang dan memasuki ruang Kasi Pidsus Kejari Sungai Penuh.

Salah satu pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, saat ditanya kedatangan di gedung Kejari Sungaipenuh mengatakan cuma ingin melihat atasannya. “Kami mau lihat saja,” kata Padli seorang pegawai Dinkes

Sementara itu Kasi Pidsus Kejari Sungaipenuh, Mali Dian membenarkan adanya pelimpahan tahap dua untuk tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Puskesmas Bukit Kerman Ta'oo Gulo. "Iya benar ada pelimpahan tahap dua dari Polres Kerinci kasus Korupsi," katanya singkat.

Tersangka yang didampingi kuasa hukum, Victorrianus Gulo diperiksa di dalam ruangan Kasi Pidsus.

"Kita lakukan pemeriksaan," sebutnya.

Untuk diketahui sebelumnya Senin (31/10) Polres Kerinci menahan pejabat dinas kesehatan, kemudian dilimpahkan ke Kejari. Kapolres Kerinci, AKBP Muhammad Ali Hadinur melalui Kasat Reskrim Polres Kerinci, Iptu Dedi Kurniawan mengatakan tersangka TG ditahan setelah melalui pemeriksaan selama 2 jam oleh penyidik.

“Iya TG telah ditahan penyidik Reskrimsus Polres Kerinci, pemeriksaan tersangka mulai pukul 10.00 Wib sampai dengan pukul 12.00 Wib,” katanya

Dikatanya lagi, saat ini penyidik masih mendalami kasus tersebut dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain.

“Kerugian negara yang ditimbulkan atas kasus ini sebanyak Rp 187 juta dengan indikasi volume bangunannya kurang atau tidak sesuai spek,” katanya.

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved