Petani Cemas Gagal Panen karena Sawah Terendam Banjir

Petani di Kabupaten Sarolangun, Desa Lubuk Sayak, Kecamatan Pelawan diantui kecemasan.

Petani Cemas Gagal Panen karena Sawah Terendam Banjir
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA
Sawah terendam banjir 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Petani di Kabupaten Sarolangun, Desa Lubuk Sayak, Kecamatan Pelawan dihantui kecemasan. Mereka khawatir ratusan hektare sawah yang telah ditanam, gagal panen.

Pasalnya memasuki musim penghukan, banjir bandang terus mengancam areal persawahan milik warga ini.

“Padahal ratusan hektare sawah di daerah ini sudah mendekati masa panen beberapa bulan lagi,” kata Fendi petani di Lubuk Sayak, Senin (31/10).

Menurut dia, sejumlah petani mengalami trauma akibat tingginya curah hujan akhir-akhir ini. Apalagi sebelumnya mereka pernah mengalami gagal panen akibat areal persawahan yang tergenang saat sudah siap dipanen.

Kekhawatiran mereka semakin bertambah lagi dengan, air kiriman dari Kecamatan Batangasi dan Limun. Rusaknya tanah akibat PETI dan penumbangan pohon besar mengakibatkan potensian air akan merendem ratusan hektare sawah seperti yang terjadi pada awal tahun 2016 lalu.

“Kami hanya bisa terus berdoa dan berharap, agar air akibat banjir tidak lagi masuk sampai ke areal persawahan kami seperti kejadian waktu lalu. Ini agar tanaman padi kami yang umumnya telah siap panen tidak terendam air lagi dan kualitas padi memburuk akibat busuk terendam air,” ungkapnya.

Selain itu kata Fendi, para petani berharap pemerintah segera proaktif melakukan penyedotan air di areal persawahan yang terendam banjir ini. Atau segera membuat aliran air dan pendalaman sungai kembali.

Disinggung bisa panen lebih awal dia mengaku, petani tidak ingin melakukan panen padi sebelum waktunya, dan hanya ingin menghindari banjir. Sebab kualitas beras akan sangat berpengaruh, bahkan kuantitas jika dipanen sebelum umur panen akan merosot drastis.

“Ya jelas lah petani kita khawatir, curah hujan cukup tinggi akhir-akhir ini dan di Batangasai sana sudah terjadi banjir. Mereka cemas, tapi kita sudah turun ke lokasi untuk meredam kecemasan para petani kita itu,” kata Kepala Dinas Pertanian Sarolangun, Dulmuin.

Dulmuin menceritakan, pada banjir bandang yang menghantam areal persawahan di desa Lubuk Sayak awal 2016 lalu. Pemerintah sendiri, melakukan pembelian benih padi dengan luasan 115 hektare sawah, sebanyak 6 ton benih untuk meringankan beban kerugian petani di desa Lubuk Sayak pada saat itu.

“Waktu itu dananya sebesar 48 jutaan, dengan dana APBD Sarolangun, dan sudah kita beli benih pada masa musim tanam pada saat itu. Dan kita juga akan antisipasi jikalau nantinya akan terjadi banjir lagi di areal persawahaan ini,” singkat Dulmuin.

Penulis: heru
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved