GALERI FOTO: Misteri Segitiga Bermuda Akhirnya Terpecahkan Oleh Ilmuan, Baca Disini
Misteri di balik Segitiga Bermuda, tempat di mana ratusan pesawat dan kapal dikatakan telah menghilang
Penulis: Andreas Eko Prasetyo | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - Misteri di balik Segitiga Bermuda, tempat di mana ratusan pesawat dan kapal dikatakan telah menghilang secara penjelasan, mungkin akhirnya telah diselesaikan. Setidaknya itulah yang Ilmu Saluran klaim dalam istilah tersebut.
© horaciovelmont
Sebuah tim ilmuwan Amerika dari University of Colorado, menganalisis cuaca gambar satelit dari daerah terkenal di Benua Afrika dan melihat serangkaian awan heksagonal biasa pada mereka.
Pengamat meteorologi berteori bahwa awan ini dapat bertindak nyata "bom udara."
Hal ini diyakini mereka adalah penyebab utama ledakan mematikan udara yang dapat dengan mudah melebihi 170 mil per jam.
Angin badai berkekuatan seperti itu, secara harfiah "meledakkan" udara dan dapat menghasilkan gelombang lebih dari 45 kaki tingginya.
© sciencechannel
Sehingga tidak ada kapal mampu bertahan dalam badai tersebut, dan tidak ada pesawat mampu menahan angin tersebut.
Awan tidak biasanya membentuk tepi lurus. Namun, dilihat dari citra satelit, Segitiga Bermuda adalah sebuah pengecualian untuk aturan ini.
Pengumuman teori ini telah memotivasi banyak penelitian lebih lanjut. Para ilmuwan dari seluruh dunia sedang mencoba untuk mencari tahu apa alasan anomali tersebut.
© livescience.com
Mari kita ingat bahwa Segitiga Bermuda adalah daerah besar Samudra Atlantik antara Florida, Puerto Rico, dan Bermuda.
Wilayah ini terkenal karena fenomena misterius. Laporan kembali ke 1945 ketika lima pembom torpedo Amerika dan pesawat yang dikirim untuk menemukan mereka menghilang tanpa jejak.
Sejak hari itu, 75 pesawat lain dan beberapa ratus kapal telah hilang. Tragedi terbaru terjadi pada tahun 2015 ketika kapal kargo " El Faro " menghilang di wilayah ini.
Sumber: Brightside
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/31102016_kapal_badai_20161031_144913.jpg)


