BCA Guyur AFI Rp 300 Miliar

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA- PT Andalan Finance Indonesia (AFI) mendapatkan kucuran kredit (installment loan)

Editor: ridwan

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA- PT Andalan Finance Indonesia (AFI) mendapatkan kucuran kredit (installment loan) dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) untuk yang keenam kalinya. Kali ini, BCA guyur likuiditas AFI Rp 300 miliar.

Presiden Direktur PT Andalan Finance Indonesia Sebastianus H Budi mengatakan, dengan adanya penambahan fasilitas kredit ini, maka total fasilitas kredit diterima AFI dari BCA Rp 1,42 triliun. "Di pengujung tahun ini, kami mempersiapkan pendanaan untuk pembiayaan di 2017," jelas dia, Senin (31/10).

Sebastianus bilang, dana tersebut bisa digunakan untuk meningkatkan pelayanan kepada para nasabah. Andalan Finance juga melakukan diversifikasi sumber pendanaan untuk memperoleh struktur pendanaan yang optimal dan biaya dana lebih murah. Dalam waktu dekat ini, Andalan Finance akan kembali mendapatkan tambahan dana dari beberapa bank nasional.

Hingga kuartal III 2016, Andalan Finance telah salurkan pembiayaan Rp 2,6 triliun atau meningkat 13 persen dari periode sama tahun lalu. Penyaluran pembiayaan tersebut mencapai 82 persen dari target pembiayaan hingga akhir tahun 2016.

"Kami optimistis target pembiayaan tahun ini dapat tercapai seiring penurunan suku bunga acuan seven days repo rate yang saat ini sebesar 4,7 persen serta semakin kuatnya dukungan dari pemangku kepentingan termasuk rekanan kreditur, rekanan diler dan Nasmoco Group (diler Toyota di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah)," kata Sebastianus.

Saat ini, portofolio pembiayaan fokus pada pembiayaan kendaraan bekas (roda empat atau lebih) yang berkontribusi 75 persen. Sementara sisanya 25 persen pembiayaan kendaraan baru. Dari total penyaluran pembiayaan, 10 persen kendaraan niaga dan 90 persen kendaraan penumpang.
Meski pembiayaan AFI meningkat, tingkat piutang tak lancar alias non performing financing (NPF) menurun. Ini karena AFI memiliki sistem deteksi dini yang membuat lebih waspada akan risiko kredit macet. (Kontan/Dina Farisah)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved