Pertumbuhan Ekonomi

Bank Dunia Prediksi Ekonomi RI 2017 Tumbuh 5,3%

Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2017 akan menyentuh angka 5,3%.

Bank Dunia Prediksi Ekonomi RI 2017 Tumbuh 5,3%
ANTARA FOTO/WIDODO S JUSUF

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2017 akan menyentuh angka 5,3%. Prediksi ini optimis mengingat dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017 pertumbuhan ekonomi diperkirakan sebesar 5,1%.

Prediksi ini bukan tanpa alasan, World Bank mendasarkan hitungannya pada beberapa indikator. Rodrigo Chaves, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia menyampaikan salah satu indikatornya yaitu penyusunan RAPBN 2017 lebih realistis.

"Risiko fiskal telah mereda oleh karena penerimaan dan pengeluaran yang lebih realistis dalam rancangan APBN tahun 2017. Anggaran pemerintah saat ini lebih kredibel," ujar Chaves di Universitas Paramadina, Selasa (25/10).

Kemudian yang menjadi tolak ukur lainnya yaitu perbaikan iklim investasi terutama kebijakan pemerintah yang dikeluarkan melalui paket-paket kebijakan ekonomi dari I samapai XIII. Sebab dengan adanya investasi dari sektor swasta ini akan menolong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Program tax amnesty atau pengampunan pajak juga mendorong perekonomian Indonesia di 2017, sebab dengan program ini penerimaan negara akan lebij jelas sebab potensi penerimaan sudah bisa diukur dan juga dengan adanya wajib pajak baru. "Amnesty pajak memberikan dorongan positif pada pertumbuhan," ungkapnya.

Kemudian yang menjadi indikator lainnya adalah adanya komitmen pemerintah untuk memperbaiki penerimaan negara, yaitu dengan merevisi sejumlah undang-undang perpajakan Baik itu UU Ketentuan Umum Perpajakan (KUP) kemudian ada juga revisi UU PPh (Pajak Penghasilan), UU PPn (Pajak Pertambahan Nilai) dan UU Materai.

"Dalam hal cukai juga akan meningkatkan penerimaan pajak dan membantu mencapai target penerimaan tahun 2017," ungkapnya.

Selanjutnya dari sisi pengeluaran pada 2017 juga cukup baik dimana ada beberapa baik perubahaan alokasi belanja yang meliputi penetapan target yang lebih baik untuk subsidi listrik, peningkatan dana transefer desa dan program beras sejahtera.

Pada kesempatan yang sama Practice Manager Bank Dunia untuk Makro Ekonomi dan Manajemen Fiskal di Kawasan Asia Tenggara dan Pasific, Ndiame Diop menyampaikan reformasi kebijakan telah membantu upaya pengentasan kemiskinan, tercatat pada kuartal I-2016 sebesar 0,4%.

"Dengan upaya menstabilkan harga beras yang dapat mengendalikan inflasi dan juga perluasan program-program bantuan sosial seperti program keluarga harapan (PKH), ini juga akan membantu pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.

Diop menyarankan agar pertumbuhan ekonomi lebih baik pemerintah harus mendorong investasi masuk ke sektor pariwisata sebab sektor ini sangat menopang sektor-sektor lainnya. Dan ini akan membuat pertumbuhan ekonomi lebih vaik. "Ini perlu lebih banyak pembangunan infrastruktur, dan koordinasi anatar pemerintah dengan swasta," ungkapnya.

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved